Kalimantan TengahPalangka Raya

Ribuan Jemaah Muhammadiyah Melaksanakan Sholat Id Di Lapangan Sanaman Mantikei

192
×

Ribuan Jemaah Muhammadiyah Melaksanakan Sholat Id Di Lapangan Sanaman Mantikei

Sebarkan artikel ini
Suasana sholat Idul Fitri Jemaah Muhammadiyah se-Kota Palangka Raya di Lapangan Sanaman Mantikei. Hardi Sarjito/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Ribuan jemaah Muhammadiyah se-Kota Palangka Raya berkumpul, untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di Lapangan Sanaman Mantikei, Jumat (20/3/2026). Para jemaah mulai datang dan berkumpul sejak pukul 05.30 WIB, mengisi area lapangan dengan khidmat menunggu pelaksanaan ibadah bersama.

Kegiatan sholat tersebut dipimpin oleh Khatib Dr. H. Maskuri, M.Ed dan Imam sholat M. Syafi’i Ma’arif. Terkait hal itu, Maskuri menyampaikan khotbah terkait puasa.

“Sungguh beruntung orang-orang yang telah berhasil menjadikan ibadah puasa Ramadan sebagai sarana, untuk mensucikan dirinya dari segala dosa. Menjadikan dirinya sebagai pribadi yang suci seperti saat baru dilahirkan,” ucap Maskuri saat menyampaikan khotbah.

Ia menegaskan, terdapat tiga derajat orang-orang yang berpuasa, pertama Shaumul Awam (Puasa orang awam atau kebanyakan orang). Mereka adalah ibadah puasa yang dilakukan dengan cara menahan diri darimakan, minum dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Mereka yang melaksanakan puasa dengan cara ini akan mendapatkan pahala, tetapi tidak mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melaksanakan puasa yang lebih khusyu dan Ikhlas serta selalu menjaga hatinya untuk ingat dan dekat dengah Allah Swt.

Kedua Shaumul Khusus (Puasanya orang khusus) Mereka adalah orang yang melaksanakan puasa, bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga dengan menahan seluruh anggota tubuh dari dosa mata dari melihat yang haram, lisan dari ghibah dan dusta, telinga dari mendengar keburukan, dan lebih khusyu serta Ikhlas yaitu dengan menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa serta melakukan amalan-amalan baik seperti membaca Al Quran, shalat sunnah, dan berdzikir.

Ketiga Shaumu Khusus al-Khusus (Puasa orang paling khusus) Mereka yang berpuasa menahan haus dan lapar, menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa serta melakukan amalan-amalan baik dengan hati yang sangat tulus dan Ikhlas yaitu menjaga hati dari selain Allah, memurnikan niat dan mendekatkan diri sepenuhnya kepada-Nya.

“Setelah sebulan penuh kita berpuasa tentu berdampak terhadap perilaku seseorang yang berpuasa, karena bulan puasa merupakan ibadah, untuk membersihkan jiwa seorang yang beriman atau dalam terminologi lain adalah sebagai kawah candradimuka atau tempat menempa sesorang menjadi lebih berkualitas mental spritualnya dari derajat iman menuju derajat takwa,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu jemaah, yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul menyampaikan, Idul Fitri secara harfiah kembali ke fitrah setelah melalui proses berpuasa selama di Bulan Ramadan.

“Karena Ramadan sendiri itu memiliki makna membakar, setelah membakar dosa-dosa dan membakar segala sesuatu tidak baik kita kembali fitrah,” ungkapnya.

Terakhir, Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha yang ikut melaksanakan sholat Idul Fitri di Lapangan Sanaman Mantikei menyampaikan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, Idul Fitri kali ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, dan merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh ibadah puasa.

“Tentunya perbedaan yang terjadi saat ini, bukan menjadi sebuah hambatan akan tetapi menjadi sebuah Khazanah, dalam setiap langkah dan tindakan. Semoga hal ini menjadi sesuatu hal yang memperkuat ukhuwah islamiah,” tandasnya.

Diketahui, setelah selesai sholat dan khotbah, para jemaah saling bersilaturahmi dan membersihkan area sholatnya. (rdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *