Utama

Kupu-Kupu Malam Masih Mangkal Saat Ramadan, Warung Remang di Pal 12 dan Mahir Mahar Diduga Tetap Buka

456
×

Kupu-Kupu Malam Masih Mangkal Saat Ramadan, Warung Remang di Pal 12 dan Mahir Mahar Diduga Tetap Buka

Sebarkan artikel ini
Perempuan “kupu-kupu malam” terlihat duduk santai di depan tempat karaoke sambil menunggu tamu alias pria hidung belang yang datang, Sabtu (14/3/2026) dini hari. Foto Cen

PALANGKA RAYA – Klaim penutupan aktivitas di kawasan eks lokalisasi Pal 12 oleh pemerintah kota tampaknya belum sepenuhnya terwujud.

Hasil penelusuran tim redaksi Kaltengoke.Com menemukan sejumlah tempat di kawasan tersebut diduga masih beroperasi hingga menjelang dini hari, bahkan saat bulan Ramadan.

Di balik temaram lampu dan pintu yang setengah tertutup, aktivitas malam tampak masih berlangsung. Sejumlah perempuan yang diduga pekerja seks komersial terlihat duduk santai di depan tempat karaoke, menunggu kedatangan tamu pria hidung belang yang silih berganti datang.

Padahal sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Berlianto, menyatakan aktivitas di eks lokalisasi Pal 12 telah ditutup.

Namun kondisi di lapangan berbicara lain. Berdasarkan penelusuran tim redaksi di kawasan tersebut, beberapa tempat hiburan dan warung yang diduga menyediakan layanan prostitusi terselubung masih terlihat beroperasi.

Sejumlah pengunjung tampak keluar masuk lokasi hingga larut malam bahkan menjelang dini hari.

Tak hanya di Pal 12, aktivitas serupa juga ditemukan di sepanjang Jalan Lingkar Luar Mahir Mahar. Deretan warung remang-remang di kawasan itu terlihat tetap buka meski suasana Ramadan tengah berlangsung.

Dari pengamatan di lapangan, beberapa warung diduga masih menjual minuman keras secara sembunyi-sembunyi. Praktik prostitusi pun disebut masih terjadi, hanya saja dengan pola yang lebih tertutup dibanding hari-hari biasa.

Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku aktivitas tersebut bukan hal baru. Menurut mereka, selama Ramadan pun sejumlah tempat tetap buka hingga dini hari.

“Kalau dibilang tutup total, sepertinya tidak. Masih ada saja yang buka, cuma sekarang lebih tertutup,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi, Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Temuan itu juga diperkuat pengakuan seorang perempuan yang mengaku bekerja di kawasan eks lokalisasi Pal 12. Perempuan berinisial I menyebut aktivitas di lokasi tersebut masih berjalan meski tidak seramai sebelumnya.

“Sekarang tiga gang saja yang aktif. Kalau tempat karaoke yang buka paling sekitar sepuluh,” ungkapnya.

Ia mengaku razia dari aparat memang beberapa kali dilakukan. Namun menurutnya, aktivitas kembali berjalan setelah razia selesai.

“Kalau ada razia biasanya tutup sebentar, habis itu buka lagi,” katanya.

Sementara itu di kawasan warung remang-remang Jalan Lingkar Luar Mahir Mahar, aktivitas disebut tetap berlangsung dengan pola yang lebih tersembunyi.

Menurut sumber yang ditemui di lokasi, sejumlah tempat biasanya menghentikan aktivitas sementara saat ada razia aparat, namun kembali beroperasi setelah petugas meninggalkan lokasi.

Masih ditemukannya aktivitas di eks lokalisasi Pal 12 maupun warung remang-remang di kawasan Mahir Mahar memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan pemerintah kota terhadap praktik hiburan malam selama bulan Ramadan. (cen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *