Sebagai contoh, Yassierli mendorong para pekerja di berbagai posisi untuk terus mempelajari hal-hal baru, termasuk keterampilan komputer. Ia menilai kemampuan tersebut penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan kerja.
“Driver saya dorong untuk belajar komputer. Satpam dan OB juga saya dorong untuk belajar komputer. Karena kita tidak ingin mereka selamanya hanya berada di posisi itu,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa dunia kerja ke depan akan diwarnai ketidakpastian yang semakin tinggi. Dalam situasi tersebut, kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi pekerja maupun perusahaan.
“Tantangan ke depan itu tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Yassierli juga berharap PT Jasa Marga dapat menjadi contoh perusahaan yang mampu menjaga hubungan industrial tetap harmonis sekaligus mempersiapkan pekerja menghadapi tantangan masa depan.
“Saya berharap Jasa Marga bisa menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan contoh bagaimana perusahaan memanusiakan pekerja dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya
Editor: Mohamad Nur Asikin
Sumber : jawapos.com












