Dewan : Anggaran Rp 10 M Tidak Cukup Untuk 7 Kilometer
PALANGKA RAYA- Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja meninjau langsung kondisi ruas Jalan Sampit–Samuda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tujuan kunjungan adalah memastikan rencana pembangunan tahun 2026 berjalan sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan.
Kunjungan kerja dipimpin Ketua Komisi IV Lohing Simon, bersama dengan Wakil Ketua M. Rosdi Gozali, Sekretaris Komisi Sirajul Rahman, serta Anggota Komisi Abdul Hafid. Tim fokus meninjau rencana peningkatan jalan sepanjang tujuh kilometer yang telah dialokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pelapisan setebal empat sentimeter.
Dari hasil pemantauan di lokasi, sejumlah titik pada ruas jalan tersebut dinilai mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini diperkirakan dapat mengganggu mobilitas masyarakat serta proses distribusi barang jika tidak segera mendapatkan penanganan serius.
Ketua Komisi IV Lohing Simon menegaskan pentingnya optimalisasi anggaran yang telah disahkan. “Kunjungan terkait rencana pembangunan 2026, anggaran yang sudah disahkan harus dipastikan berjalan dengan baik,” ucapnya, belum lama ini.
Namun, ia juga mengakui, bahwa besaran anggaran yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan peningkatan jalan di ruas tersebut.
“Anggaran Rp10 miliar tetapi tidak cukup untuk jalan tujuh kilometer,” jelasnya.
Anggota Komisi IV Abdul Hafid menambahkan bahwa perbaikan jalan Sampit–Samuda merupakan kebutuhan mendesak yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Karena anggaran belum mencukupi sementara jalan merupakan kebutuhan mendesak maka akan diupayakan untuk dianggarkan kembali di perubahan nanti,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Kalteng menyatakan akan mendorong pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memasukkan kebutuhan tambahan anggaran dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang.
Langkah ini diharapkan memastikan peningkatan ruas jalan tersebut terealisasi sesuai target dan memberikan manfaat langsung bagi perekonomian serta mobilitas masyarakat Kotawaringin Timur. (rdi)












