PALANGKA RAYA – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng menyayangkan sikap sejumlah mahasiswa yang ikut berdemo di gedung dewan beberapa hari lalu meninggalkan ruang berdiskusi. Padahal diskusi itu justru untuk mendengarkan dan mencari solusi aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi S.Ag M.A.P menyayangkan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kalteng justur meninggalkan ruang diskusi. Wakil rakyat itu sempat meminta para peserta aksi masuk ruangan diskusi.
“Saya melihat pada awalnya ketika menyampaikan orasi semangat, suasana sangat membara dan penuh semangat. Namun sayangnya, pada saat dipertengahan proses penyampaian aspirasi, banyak yang mulai keluar dan tidak lagi berada di dalam ruangan,” ucapnya saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Aliansi Reformasi Polri, Senin (2/3/2026) lalu.
Junaidi pun mengungkapkan bahwa dirinya juga mantan aktivis mahasiswa. Dulu pada tahun 1998, ia juga pernah melakukan demo dengan semangat juang selama berjam-jam, untuk menyampaikan aspirasi. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada mahasiswa jaga semangat, jaga kekompakan, jaga militansi, dan yang paling penting jaga kemurnian hati dalam berjuang.
“Mari kita jaga Kalimantan Tengah, mari kita jaga Kota Cantik Palangka Raya, karena kita sama-sama berjuang demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya. (rdi)












