International

Tegang! UEA Kecam Serangan Iran ke Bandara dan Ikon Dubai, Akankah Abu Dhabi Ikut Perang? Ini Sikap Resminya

32
×

Tegang! UEA Kecam Serangan Iran ke Bandara dan Ikon Dubai, Akankah Abu Dhabi Ikut Perang? Ini Sikap Resminya

Sebarkan artikel ini
Asap membumbung di Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), setelah laporan serangan Iran pascaserangan gabungan AS-Israel terhadap Iran (Al Jazeera).

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengecam keras serangkaian serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan Iran. Serangan tersebut tidak hanya menargetkan fasilitas strategis, tetapi juga berdampak pada kawasan sipil, termasuk bandara internasional dan ikon pariwisata di Abu Dhabi dan Dubai.

Pemerintah UEA menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional,” serta menegaskan bahwa negara itu “memiliki hak penuh dan sah untuk merespons.”

Menurut laporan Abu Dhabi TV dalam liputan khususnya, rangkaian perkembangan terbaru dipaparkan, termasuk keberhasilan sistem pertahanan udara UEA dalam menghadang sebagian besar rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran sejak pertengahan Februari.

Apa yang Terjadi Sejauh Ini

Menurut otoritas pertahanan UEA, sebanyak 165 rudal balistik dan 541 drone diluncurkan dari Iran sejak 18 Februari 2026. Dari jumlah itu, 152 rudal balistik dan 506 drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara negara tersebut.

Juru bicara militer menekankan efektivitas pertahanan udara. Brigadir Jenderal Pilot Abdul Nasser Mohammed Al Humaidi menyatakan bahwa pasukan udara UEA menunjukkan “efisiensi tinggi dalam mencegat dan menghancurkan sejumlah besar rudal dan drone,” seraya menegaskan kesiapan penuh menghadapi ancaman lanjutan.

Meski sebagian besar serangan berhasil digagalkan, dampak di lapangan tetap terjadi. Otoritas melaporkan tiga korban tewas dari berbagai kewarganegaraan, Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, serta puluhan korban luka ringan dari berbagai negara.

Infrastruktur Sipil Ikut Terdampak

Serpihan drone yang berhasil dicegat jatuh di sejumlah titik sensitif. Di Abu Dhabi, bagian fasad Etihad Towers terkena puing, menyebabkan seorang perempuan dan anaknya mengalami luka ringan.

Di Zayed International Airport, serpihan drone yang mengarah ke bandara menyebabkan satu korban jiwa berkewarganegaraan Asia dan tujuh orang luka-luka. Sementara itu di Dubai, dua orang terluka setelah puing jatuh di halaman rumah warga.

Bandara internasional Dubai juga melaporkan empat korban luka, sedangkan kebakaran kecil sempat terjadi di Jebel Ali Port dan pada fasad luar Burj Al Arab sebelum berhasil dikendalikan tanpa korban tambahan. Laporan Reuters menyebut insiden di bandara dan hotel ikonik itu menandai meluasnya dampak konflik ke pusat pariwisata dan transportasi utama kawasan. 

Respons Diplomatik dan Politik

Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, dilaporkan melakukan serangkaian panggilan telepon dengan para mitra internasional untuk membahas eskalasi dan konsekuensi regionalnya.

Penasihat diplomatik presiden UEA, Anwar Gargash, menyampaikan kritik tajam terhadap Teheran. Ia menyatakan bahwa “rezim Iran telah kehilangan arah dengan menargetkan UEA dan negara tetangganya,” namun menegaskan UEA tidak berniat bergabung dalam kampanye militer terhadap Iran dan hanya akan melindungi wilayahnya.

Dimensi Regional yang Lebih Luas

Perkembangan ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Iran di satu sisi dan Amerika Serikat serta Israel di sisi lain. Sejumlah analis memperingatkan bahwa serangan Iran ke negara-negara Teluk berpotensi memperluas konflik dan mempererat koordinasi militer kawasan dengan Washington.  

Media internasional seperti Reuters dan Al Jazeera juga mencatat meningkatnya kemarahan negara-negara Teluk terhadap Teheran setelah serangan menghantam fasilitas sipil dan energi. Para pemimpin kawasan menilai Iran memperlakukan wilayah mereka sebagai medan tempur dalam konflik yang lebih besar.  

Sikap Keamanan Dalam Negeri

Meski demikian, otoritas UEA menegaskan situasi domestik tetap terkendali dan meminta publik hanya mengandalkan informasi resmi. Pemerintah juga menekankan bahwa sistem pertahanan negara bersifat “komprehensif dan terintegrasi” untuk menjamin keselamatan warga, penduduk, dan pengunjung.

Pada saat yang sama, kementerian dalam negeri menegaskan keselamatan publik adalah prioritas utama. “Keamanan dan keselamatan warga, penduduk, dan pengunjung adalah prioritas utama,” demikian pernyataan resmi otoritas.  

Meski UEA menegaskan tidak akan bergabung dalam operasi militer terhadap Iran, negara itu tetap mempertahankan hak untuk merespons setiap ancaman terhadap kedaulatannya. Dengan serangan yang kini menyentuh bandara internasional dan ikon kota global, risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan Teluk tetap tinggi.

Bagi pengamat, episode terbaru ini menunjukkan betapa cepat konflik regional dapat merembet ke pusat ekonomi dan transportasi dunia, sebuah sinyal bahwa stabilitas Teluk kini berada dalam fase paling rapuh dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Candra Mega Sari

Sumber : jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *