PALANGKA RAYA – Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Balai Berkah Kodam XXII/Tambun Bungai. Acara tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pemerintah daerah dalam suasana kebersamaan bulan suci Ramadan.
Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin menyampaikan, bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang sosialisasi program, tetapi juga momentum untuk memperkuat tali silaturahmi.
“Semoga melalui kebersamaan ini, terbangun komitmen yang semakin kuat untuk bersama-sama menjaga stabilitas, keamanan, serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah,” ucapnya, Selasa (3/3/2026).
Dengan semangat “Isen Mulang” yang berarti pantang mundur, Panglima Kodam mengajak seluruh elemen untuk menjalankan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan rencana strategis ke depan terkait struktur pertahanan di Kalimantan. Sebagaimana direncanakan, Provinsi Kalimantan Selatan akan memiliki Kodam sendiri, sehingga Kalimantan Tengah perlu melakukan penguatan struktur pembinaan satuan dan sumber daya manusia pertahanan.
“Untuk mendukung hal tersebut, akan dilakukan pembangunan dan penguatan Resimen Induk Kodam (Rindam) XXII/Tambun Bungai sebagai pusat pendidikan dan pembentukan prajurit di wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Pembangunan Rindam akan berlokasi di Kota Palangka Raya, tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km. 24, dengan luas tanah kurang lebih 50 hektar. Langkah ini bertujuan menjaga kesinambungan pembinaan, meningkatkan kemandirian wilayah, serta memastikan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Selain pembangunan Rindam, pada Tahun Anggaran 2026 juga akan dilaksanakan pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) “ISEN MULANG 5” dengan target 470 peserta. Peserta tersebut terdiri dari 80 persen unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 20 persen unsur organisasi kemasyarakatan.
Struktur organisasi Komcad yang direncanakan meliputi satu orang Dan Yon dari unsur Pemerintah Provinsi, empat orang Dan Ki dari unsur Pemerintah Provinsi, serta 15 Ton dengan masing-masing 31 orang dari unsur Provinsi dan Kabupaten/Kota.
“Pembentukan Komcad ini merupakan implementasi sistem pertahanan semesta, di mana pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat pertahanan negara. Sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah menjadi kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya. (rdi)












