Utama

Stan Pasar Ramadan Ais Nasution Ambruk Akibat Angin Kencang

520
×

Stan Pasar Ramadan Ais Nasution Ambruk Akibat Angin Kencang

Sebarkan artikel ini
ROBOH: Tenda stan Pasar Ramadan di Jalan Ais Nasution, Kota Palangka Raya, roboh diterjang hujan disertai angin kencang, Minggu (1/3/2026) malam. Sedikitnya tujuh stan terdampak, perbaikan dikebut agar pedagang dapat kembali berjualan. RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Palangka Raya, Minggu (1/3/2026) malam, merobohkan sejumlah tenda stan di Pasar Ramadan Jalan Ais Nasution. Sedikitnya tujuh stan terdampak dan berpotensi mengalami kendala untuk kembali berjualan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 hingga 22.00 WIB itu menyebabkan tiang penyangga tenda patah dan roboh. Selain itu, beberapa papan nama stan juga rusak akibat terpaan angin dan tertimpa rangka tenda yang ambruk.

Seorang pedagang kurma, Maryana (54), mengatakan saat kejadian sebagian besar pedagang telah meninggalkan lokasi. Ia menjadi salah satu yang masih berada di tempat ketika angin kencang melanda area pasar. “Banyak pedagang yang sudah pulang. Kejadiannya sekitar jam 9 malam, ada tujuh stan yang rusak,” ucapnya.

Para pedagang berharap ada perbaikan menyeluruh terhadap kelayakan peralatan, khususnya tenda yang digunakan. Mereka menilai penggantian peralatan yang tidak layak penting dilakukan guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Dari pantauan di lapangan, genangan air di atas atap terpal turut memperberat beban tenda saat angin kencang terjadi. Kondisi tiang yang telah berkarat dan termakan usia diduga tidak mampu lagi menahan tekanan angin dan beban air, sehingga akhirnya roboh.

Meski mengalami kerusakan, para pedagang tetap berupaya melanjutkan aktivitas berjualan. Penanggung jawab pasar juga tengah melakukan perbaikan terhadap tenda yang terdampak agar bisa segera digunakan kembali.

Plt. Kepala DPKUKMP Palangka Raya, Samsul Rizal, menyatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan meminta perbaikan segera dilakukan. Ia menargetkan tenda dapat kembali digunakan dalam waktu cepat serta memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan, mengingat tenda yang digunakan merupakan fasilitas sewaan, bukan aset tetap pemerintah. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *