PALANGKA RAYA – Warga Jalan Manduhara RT 04/RW 02, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, digegerkan penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi membusuk di sebuah kamar barak, Rabu (25/2/2026) siang sekitar pukul 13.20 WIB. Korban diketahui bernama Buamin (56), petani asal Jember, Jawa Timur.
Penemuan bermula dari kecurigaan warga yang mencium aroma menyengat dari dalam kamar korban. Setelah beberapa hari tidak melihat aktivitas Buamin, warga melaporkan kondisi tersebut kepada aparat kepolisian.
Berdasarkan identitas yang ditemukan di lokasi, korban tercatat sebagai warga Dusun Krajan I, Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Ia diketahui tinggal seorang diri di barak sewaan dan bekerja sebagai petani/pekebun di kawasan tersebut.
Keterangan warga, Arif Widiyanto menyebutkan, korban terakhir kali terlihat pada Minggu (22/2/2026) sore. Saat ingin mengecek kondisi korban, ia pun mencium bau menyengat dari arah barak dan segera memberitahukan hal tersebut kepada pemilik barak, Suparmo.
Setelah dilakukan pengecekan bersama dan bau semakin menyengat, pemilik barak kemudian menghubungi pihak kepolisian. “Terakhir kali terlihat hari minggu. Waktu dicek, saya mencium bau menyengat. Lalu saya beri tahu kepada pemilik barak. Setelah dicek bersama, bau semakin kuat,” jelasnya.
Menerima laporan tersebut, Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Palangka Raya bersama personel Polsek Sabangau segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Sungguh nahas, saat petugas membuka pintu dan jendela barak, korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan telah mengeluarkan bau tak sedap.
Petugas kemudian menyisir area kamar guna mencari bukti yang dapat mengungkap penyebab kematian korban. Polisi menduga korban telah meninggal dunia lebih dari dua hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi membusuk di atas kasur kamar barak.
Kapolresta Palangka Raya melalui Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq menyampaikan, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terlihat di lokasi. Namun, kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh,” ucapnya.
Proses evakuasi jenazah dilakukan tim gabungan dengan protokol kesehatan dan keamanan. Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Jenazah di evakuasi ke Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani visum guna memastikan penyebab pasti kematian. Pihak berwajib masih mendalami latar belakang medis korban maupun kemungkinan unsur lain, sementara garis polisi tetap terpasang di kamar barak untuk kepentingan penyelidikan.
“Selanjutnya, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian,” pungkas Taufiq. (ter)












