Palangka Raya

Diskominfo Kota Sudah Membentuk 36 KIM

96
×

Diskominfo Kota Sudah Membentuk 36 KIM

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI : Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Palangka Raya Hendra Surya (tengah baju batik) foto bersama usai membuka sosialisasi pembentukan KIM di Kelurahan Tumbang Tahai, Kamis (5/2/2026). FOTO /RADAR KALTENG

Untuk Memperkuat Pembinaan Literasi Digital di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya terus memperkuat peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai ujung tombak literasi digital di tengah masyarakat. Hingga saat ini, Diskominfo telah membentuk 36 KIM yang tersebar di 18 kelurahan dari 5 kecamatan di wilayah Kota Palangka Raya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Hendra Surya saat membuka sosialisasi pembentukan KIM di Kelurahan Tumbang Tahai, Kamis (5/2/2026) lalu.

Hendra menjelaskan, pembentukan KIM merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab di era digital.

“Total saat ini sudah ada 36 KIM yang ada di Palangka Raya, termasuk KIM yang baru kita bentuk di wilayah Kelurahan Tumbang Tahai ini,” ujarnya.

Menurut Hendra, KIM memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, mendorong literasi digital, serta menjadi wadah dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Seiring dengan bertambahnya jumlah KIM, Diskominfo Kota Palangka Raya juga berkomitmen untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

“Secara berkala, seluruh KIM yang ada di Kota Palangka Raya akan kita bina dengan berbagai pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman digital yang baik demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Hendra berharap, keberadaan KIM di setiap kelurahan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi, sekaligus aktif menyebarkan konten yang bermanfaat dan mendukung pembangunan daerah.

“Harapannya masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya dan mampu mengelola informasi yang relevan dan akurat,” pungkas Hendra. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *