DPRD Kalimantan Tengah

Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Tidak Menentu

54
×

Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Tidak Menentu

Sebarkan artikel ini
Tomy Irawan

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Tomy Irawan mengimbau seluruh lapisan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi fenomena cuaca yang tidak menentu di wilayah Kalteng. Menurutnya, kondisi cuaca yang berubah drastis dapat membawa dampak serius bagi kesehatan dan keamanan lingkungan.

“Fenomena peralihan cuaca yang drastis panas terik kemudian tiba-tiba diikuti hujan lebat, maka dapat membawa risiko signifikan terhadap kesehatan dan keamanan lingkungan,” ucapnya, Selasa (3/2/2026).

Tomy menyoroti, penurunan imunitas masyarakat akibat cuaca ekstrem dan menekankan pentingnya langkah preventif. Ia mengingatkan agar masyarakat mewaspadai ancaman berbagai penyakit, karena risiko flu dan demam meningkat tajam saat cuaca tidak menentu.

Menurutnya, menjalankan pola hidup sehat juga menjadi kunci penting, terutama dengan disiplin mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kecukupan hidrasi dengan mengonsumsi air putih.

“Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas saat cuaca buruk, guna menghindari paparan udara dingin dan hujan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret untuk mencegah dampak buruk cuaca di lingkungan pemukiman, Tomy mengajak masyarakat melakukan pembersihan drainase, saluran air, dan selokan baik secara mandiri maupun gotong royong.

“Drainase yang lancar akan menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan sumber penyakit,” jelasnya.

Terkait potensi bencana banjir yang kerap terjadi menyusul cuaca ekstrem, Tomy menekankan tiga poin utama bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Dibutuhkan semangat gotong royong antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk saling bahu-membahu menghadapi potensi banjir,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa mitigasi jangka panjang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai langkah strategis agar banjir tidak menjadi agenda rutin tahunan.

“Terutama kewaspadaan masyarakat di wilayah hilir, untuk siaga terhadap banjir kiriman dari wilayah hulu ketika curah hujan di bagian atas meningkat drastis. Masyarakat terus diimbau memantau prakiraan cuaca resmi untuk langkah antisipasi dini,” pungkasnya. (rdi/rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *