Solois sekaligus member 2NE1 CL diserahkan ke kejaksaan atas dugaan mengoperasikan agensi hiburan secara ilegal.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyeret nama besar di industri kpop yang selama ini dikenal independen dalam karirnya.
Menurut laporan kepolisian Yongsan pada 23 Januari 2026, kasus ini akan diteruskan ke pihak jaksa atas pelanggaran Undang-Undang Manajemen Bisnis Hiburan.
CL diketahui mendirikan agency sendiri bernama Very Cherry pada tahun 2020 setelah berpisah dari YG Entertainment.
Namun, agensi tersebut diduga telah menjalankan aktivitas bisnis hiburan tanpa melakukan registrasi resmi selama kurang lebih 5 tahun.
Berdasarkan UU Pengembangan Industri Budaya Populer dan Seni, bisnis yang tidak didaftarkan ke Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata akan mendapat hukuman penjara hingga 2 tahun atau denda hingga 20 Juta Won sebagaimana dilansir dari The JoongAng.
Dalam kasus yang sama, Allkpop melaporkan bahwa CEO berinisial A dari AA Group juga akan dilimpahkan ke kejaksaan atas tuduhan serupa.
AA Group diketahui menaungi aktor Kang Dong Won namun polisi menegaskan bahwa sang artis tidak dikenakan tuntutan hukum karena tidak terlibat dalam pengelolaan maupun operasional agensi tersebut.
Isu mengenai artis yang mengoperasikan agensi pribadi tanpa izin resmi mulai mencuat sejak September tahun lalu.
Sejumlah figur publik yang terseret pemeriksaan mengaku tidak mengetahui kewajiban registrasi. Sebelum akhirnya menyelesaikan proses pendaftaran pada akhir 2025.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak CL terkait perkembangan kasus tersebut.
Editor: Hanny Suwindari
Sumber : jawapos.com












