Artis Astrid Tiar mengungkapkan rasa emosinya saat menanggapi kabar Inara Rusli yang disebut meminta kejelasan soal status pernikahannya dengan Insanul Fahmi dan memberikan tenggat waktu hingga lebaran.
Menurut Astrid Tiar, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan Inara Rusli mengingat posisinya dinilai sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Insanul Fahmi dengan Wardatina Mawa.
Astrid Tiar menilai, permintaan status dengan disertai deadline justru memperkeruh situasi dan melukai perasaan pihak istri sah, Wardatina Mawa.
Ia menegaskan bahwa dalam kondisi seperti ini, seharusnya pihak ketiga menunjukkan sikap introspeksi diri dengan minta maaf, bukan malah menuntut kejelasan hubungan.
“Ini udah orang ketiga, dia yang marah-marah, dia yang minta status, dia pula yang ngasih deadline. ‘Sampai lebaran, gua pokoknya gua minta status’,” ujar Astrid Tiar kesal, dalam video yang beredar di TikTok.
Astrid Tiar menegaskan bahwa tindakan Inara dinilainya telah membuat kegaduhan dalam rumah tangga orang lain. Ia pun heran mengapa justru pihak ketiga yang terlihat paling vokal menuntut, tanpa mempertimbangkan perasaan istri sah.
“Ya harusnya orang ketiga, dia yang minta maaf. Dia sudah bikin gaduh rumah tangga orang, kenapa pula dia begitu,” ungkap Astrid Tiar.
Sebagai sesama perempuan dan menyandang status sebagai istri, Astrid Tiar mengaku sangat bisa merasakan apa yang dirasakan Wardatina Mawa. Astrid Tiar secara pribadi emosional, apalagi istri sahnya yang terdampak secara langsung.
“Saya juga sebagai istri sah panas banget dengerinnya gitu kan,” ungkap Astrid Tiar.
Astrid Tiar menyinggung kondisi psikologis Wardatina Mawa yang harus menghadapi situasi pelik tersebut. Dia menyayangkan sikap Inara Rusli yang dianggap tidak menunjukkan empati dan rasa bersalah sama sekali.
“Ya ampun, masih banyak ikan di laut,” kata Astrid Tiar menegaskan Inara tidak seharusnya merebut suami orang.
Pernyataan Astrid Tiar ini menuai perhatian publik dan memicu perbincangan hangat di media sosial.
Banyak netizen menyatakan sependapat dan setuju dengan Asrid Tiar. Dalam persoalan rumah tangga, empati dan tanggung jawab moral seharusnya menjadi hal yang utama, terutama bagi pihak yang dianggap sebagai orang ketiga.
“Astrid, kamu mewakili perempuan-perempuaan waras di seantero jagat raya,” komentar salah satu netizen.
“Kak Astrid mewakili banget para istri sah. Love banget buat Kak Astrid,” timpal yang lainnya.
Editor: Abdul Rahman
Sumber : jawapos.com












