Feature

Perjalanan Izqian Menembus 7 Besar Indonesia

373
×

Perjalanan Izqian Menembus 7 Besar Indonesia

Sebarkan artikel ini
PRESTASI: Izqian Wishaka Hidayat sukses meraih prestasi di tingkat nasional. FOTO HUMAS KEMENAG UNTUK RADAR KALTENG

Dari Palangka Raya ke Panggung Nasional

Pagi itu di Kota Malang, Jawa Timur, terasa berbeda bagi seorang murid kelas IV asal Palangka Raya. Di antara ribuan peserta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia, Izqian Wishaka Hidayat berdiri penuh harap. Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Palangka Raya itu tidak sekadar hadir sebagai peserta, tapi membawa mimpi besar, nama madrasah, serta harapan daerahnya untuk bersaing di tingkat nasional.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

PERJALANAN Izqian menuju panggung nasional bukanlah sesuatu yang instan. Sejak awal, ia dikenal sebagai murid yang tekun dan memiliki ketertarikan kuat pada Matematika. Ketekunan itu mulai menunjukkan hasil ketika Izqian berhasil meraih medali emas Kompetisi Sains Matematika dan Bahasa Inggris (KSMI) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang diselenggarakan Yayasan Insan Mutia pada 26 Oktober 2025. Kemenangan tersebut menjadi titik awal langkah besarnya.

Belum usai euforia kemenangan, Izqian kembali menguji kemampuannya pada Kompetisi Venus ke-3 yang diselenggarakan Orion Education Centre pada 2 November 2025. Dalam ajang yang mempertandingkan berbagai bidang, mulai Matematika, Sains, IPS hingga Bahasa Inggris, Izqian kembali tampil gemilang dan menyabet medali emas. Dua medali emas di tingkat provinsi menjadi bekal kepercayaan diri untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Kesempatan itu datang ketika Izqian dinyatakan lolos ke Grand Final Nasional KSMI. Ajang bergengsi ini diikuti sekitar 41.000 peserta dari 17 provinsi dan 112 kota di Indonesia, mempertemukan murid-murid terbaik dari berbagai latar belakang sekolah dan daerah. Grand final digelar di Kampus Ma Chung, Kota Malang  pada 14 Desember 2025.

Tidak hanya satu ajang, Izqian juga mengikuti Babak Final Nasional (Skala Regional) bidang Matematika level 2 (kelas 3-4 SD/MI) yang dilaksanakan di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang pada 13 Desember 2025. Dua hari berturut-turut, Izqian harus menghadapi soal-soal menantang dengan tingkat kesulitan tinggi, bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah.

Di tengah ketatnya persaingan nasional, Izqian mampu menunjukkan ketenangan dan kemampuan berpikir logis yang matang. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil membanggakan. Ia berhasil masuk tujuh besar nasional pada level yang diikutinya.

Tidak hanya itu, Izqian juga meraih dua kejuaraan sekaligus. Yakni medali emas bidang Matematika pada ajang Venus ke-3 jenjang SD/MI dan medali perak bidang Matematika level 2 (kelas 3-4 SD/MI) tingkat nasional tahun 2025.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan besar bagi MIN 2 Kota Palangka Raya. Kepala Madrasah, Abdullah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas prestasi yang diraih peserta didiknya. Menurutnya, keberhasilan Izqian merupakan buah sinergi yang baik antara murid, guru, dan orang tua.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa murid MIN 2 mampu bersaing di tingkat nasional. Ini adalah hasil dari kerja keras murid, pendampingan guru yang konsisten, serta dukungan orang tua yang terus bersinergi dengan madrasah. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus belajar dan berprestasi,” ungkapnya.

Di balik gemerlap medali dan tepuk tangan penghargaan, terdapat dukungan penuh dari keluarga. Orang tua Izqian mengungkapkan rasa syukur, bangga, dan haru atas pencapaian putranya. Mereka mengaku tidak pernah membayangkan Izqian mampu melangkah hingga tingkat nasional.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih putra kami, Izqian. Terima kasih kepada para guru yang telah membimbing dan mendampingi anak kami dengan penuh kesabaran. Terima kasih juga untuk Izqian yang tidak pernah merasa lelah untuk belajar dan berjuang. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk masa depan Izqian, aamiin,” ungkapnya.

Kisah Izqian menjadi cerminan bahwa potensi besar dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari madrasah di daerah. Dengan ketekunan, dukungan lingkungan, dan kesempatan yang tepat, murid madrasah mampu berdiri sejajar dan bahkan bersaing dengan peserta terbaik di tingkat nasional. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *