PeristiwaUtama

Remaja Tewas di Tikungan Maut Kalampangan

470
×

Remaja Tewas di Tikungan Maut Kalampangan

Sebarkan artikel ini
TIKUNGAN MAUT : Kecelakaan di tikungan maut Kalampangan menewaskan seorang remaja, Senin (5/1/2026). Jenazah IL setelah dievakuasi petugas.FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Tikungan di Kalampangan, Kota Palangka Raya, kembali menelan korban jiwa. Seorang remaja berinisial IL meregang nyawa di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam bagian depan mobil pikap Mitsubishi, Senin (5/1/2026). Kecelakaan maut ini menambah daftar panjang laka lantas fatal di jalur rawan tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Informasi dari kepolisian menyebutkan, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DA 6235 MV melaju dari arah Banjarmasin menuju Palangka Raya. Saat memasuki tikungan, korban diduga menikung terlalu lebar hingga masuk jalur berlawanan.

Di saat bersamaan, dari arah Palangka Raya menuju Kabupaten Pulang Pisau melaju mobil pikap Mitsubishi dengan nomor polisi KH 8827 AT yang dikemudikan Aan Puji Handono (31). Karena jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terelakkan. Sepeda motor korban pun menghantam bagian depan kanan mobil pikap hingga terjatuh.

“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara pengendara roda dua dan roda empat yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kasat Lantas Polresta Palangka Raya Kompol Egidio Sumilat, kemarin.

Benturan keras menyebabkan IL mengalami luka fatal. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit serta mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dan mobil pikap untuk kepentingan penyelidikan. “Kami telah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Kasat lantas juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, terutama di jalur tikungan dan ruas jalan dengan visibilitas terbatas. Pengendara diminta tidak memaksakan diri saat kelelahan.

“Kewaspadaan dan kehati-hatian adalah kunci utama keselamatan. Jika lelah, sebaiknya menepi dan beristirahat agar kecelakaan serupa tidak terulang,” tegas Egidio Sumilat. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *