PALANGKA RAYA – Juru Bicara Dapil I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas, Agie menyampaikan, bahwa secara umum pelaksanaan reses terbaru berjalan lancar. Namun, ia menyoroti beberapa permasalahan yang masih menjadi keluhan masyarakat dan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Menurut Agie, masyarakat masih mengeluhkan lambatnya realisasi hasil reses sebelumnya serta hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Selain itu, kesenjangan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih tergolong lebar.
“Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, akan mempertajam kecemburuan sosial antar daerah dan berpotensi memicu konflik,” ucapnya, saat membacakan laporan Dapil I, Senin (5/1/2026).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Agie memberikan sejumlah saran konkret seperti Pemerintah Provinsi dan Kota Palangka Raya harus bersinergi dalam sinkronisasi anggaran. Sebagai prioritas, perlu dilakukan betonisasi titian kayu di kawasan pesisir sungai seperti Pahandut dan Langkai demi menjamin keselamatan warga yang menggunakan sarana tersebut.
Segera dilakukan distribusi bibit dan pupuk bersubsidi, serta alat mesin pertanian (alsintan) untuk memulihkan sektor perkebunan rakyat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan.
Perbaikan jalan lintas kabupaten seperti ruas Kuala Kurun dan Katingan Tengah harus menggunakan standar kualitas yang mampu menahan beban kendaraan berat agar tidak cepat rusak. Prinsip yang sama juga harus diterapkan pada ruas-ruas jalan strategis lainnya di wilayah Dapil I.
Perlu diberikan kejelasan terkait program Huma Betang, serta peningkatan insentif bagi Mantir Adat dan Ketua RT.
“Masalah ini sudah kami sampaikan pada reses masa persidangan terdahulu, namun hingga reses terbaru dilaksanakan belum ada kejelasan yang jelas,” pungkasnya. (rdi/rdo)
Masih Ada Banyak Tantangan yang Perlu Diatasi












