Isen MulangKalimantan Tengah

Plt Kadisdik Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

136
×

Plt Kadisdik Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
HADIR: Plt Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo saat memberikan salam.  Foto: IST

PALANGKA RAYA – Transformasi digital dunia pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus melaju. Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng menyalurkan ribuan perangkat teknologi berupa TV interaktif, papan tulis digital, panel surya serta akses internet Starlink ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah. 

Program ini menyasar SMA, SMK dan SKH negeri maupun swasta, bahkan menjangkau satuan pendidikan yang berada di luar kewenangan Dinas Pendidikan (Disdik), termasuk yayasan dan perguruan tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan Kalteng setara dan merata hingga ke wilayah pedalaman.

“Kami terus berbenah, mendengar aspirasi, dan bekerja agar pendidikan di Kalteng benar-benar merata dan berkualitas. Teknologi adalah jembatan yang membantu sekolah-sekolah kita melampaui keterbatasan geografis. Karena itu, distribusi perangkat ini tidak boleh setengah-setengah, harus menjangkau semua,” tegas Reza, Rabu (26/11/2025).

Data Dinas Pendidikan menunjukkan bahwa penyaluran TV interaktif dilakukan secara besar-besaran ke berbagai satuan pendidikan yaitu SMA Negeri: 1.980 unit, SMA Swasta: 131 unit, SMK Negeri: 710 unit, SMK Swasta: 91 unit, SKH Negeri: 23 unit dan SKH Swasta: 8 unit. 

Selain itu, untuk memperluas pemanfaatan teknologi pembelajaran digital, Disdik Kalteng juga menyalurkan 155 unit TV interaktif untuk satuan pendidikan yang berada di luar kewenangan, termasuk SD dan SMP yayasan, serta perguruan tinggi negeri dan swasta.

Reza menegaskan, bahwa pemerataan fasilitas pendidikan tidak boleh dibatasi oleh birokrasi kewenangan. Selama lembaga pendidikan membutuhkan dukungan dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran, Disdik Kalteng siap hadir..

Selain perangkat digital, distribusi panel surya dan Starlink menjadi solusi atas tantangan infrastruktur yang selama ini dihadapi sekolah-sekolah di daerah terpencil. Banyak sekolah sulit menjalankan pembelajaran digital karena keterbatasan listrik dan akses internet.

Reza menegaskan bahwa transformasi pendidikan di Kalteng tidak hanya fokus pada kota besar, tetapi juga menyentuh daerah paling terpencil.

“Ini bukan sekadar pengadaan perangkat, tetapi memastikan setiap anak, setiap guru, dan setiap sekolah merasakan manfaatnya. Tidak boleh ada satu sekolah pun di Kalteng yang tertinggal,” ungkapnya. 

Sejumlah pendidik mengaku merasakan langsung manfaat transformasi teknologi ini.

Kepala SMAN 1 Kuala Kapuas, Dwi Haryanto, menilai bantuan panel surya dan fasilitas digital merupakan solusi inovatif. “Untuk sekolah pedalaman, panel surya adalah penyelamat. Energi stabil membuat perangkat digital bisa digunakan maksimal. Kami merasa benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Guru SMAN 1 Pangkalan Bun, Pipit Indriani, menyebut bahwa TV interaktif membuat pembelajaran lebih hidup. “Anak-anak jauh lebih antusias. Pembelajaran menjadi kolaboratif, visual, dan tidak membosankan. Digitalisasi benar-benar membawa perubahan,” kata Pipit.

Sementara itu, siswi SMA Negeri 4 Muara Teweh, Gweenysca Prila Putri Apriawan, mengaku antusias dengan hadirnya pembelajaran hybrid. 

“Belajar jadi lebih menarik. Kami bisa mengakses materi digital, video, dan diskusi online. Fasilitasnya membuat kami lebih semangat,” pungkasnya. (ifa/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *