Isen MulangKalimantan Tengah

Inflasi Terkendali Program Pasar Murah jadi Andalan

251
×

Inflasi Terkendali Program Pasar Murah jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Plt Sekda Kalteng, Leonard S Ampung.Foto: IST

PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, menyebut stabilitas inflasi menjadi faktor penting dalam pengentasan kemiskinan. 

Menurutnya, tekanan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali dapat langsung berdampak pada daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.

“Angka inflasi ini kita jaga betul. Semua kabupaten atau kota bergerak bersama untuk melaksanakan pasar murah, operasi pasar dan langkah-langkah lainnya agar harga tetap terjangkau,” ujar Leonard usai rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan tahun 2025 di Aula Bapperida Kalteng, Kamis (20/11/2025).

Upaya pengendalian inflasi ini sejalan dengan fokus Pemerintah Provinsi Kalteng dalam menurunkan angka kemiskinan yang saat ini berada pada level 5,19 persen dan tergolong lebih rendah dibanding rata-rata nasional. 

Leonard menegaskan, bahwa upaya menstabilkan harga komoditas penting menjadi salah satu kunci menjaga agar masyarakat rentan tidak semakin terbebani kondisi ekonomi.

Menurutnya, pasar murah yang digelar di berbagai daerah bukan hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar, tetapi juga menjadi sarana pemerintah untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar dan pasokan tetap terjaga.

Selain itu, Leonard menjelaskan, bahwa pengendalian inflasi juga didukung oleh sejumlah strategi lainnya, termasuk peningkatan produksi lokal melalui program padat karya, pemberdayaan UMKM dan penguatan industri kecil menengah. 

“Kalau masyarakat bisa bekerja, punya penghasilan dan harga-harga bisa kita kendalikan, maka tekanan ekonomi bisa berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Langkah lain yang ikut menopang stabilitas harga adalah pemanfaatan program strategis nasional, seperti cetak sawah rakyat yang membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah, juga terus mendorong pembukaan balai pelatihan kerja untuk meningkatkan skill tenaga kerja muda agar dapat segera bekerja dan berkontribusi pada perekonomian keluarga.

Leonard menekankan, bahwa penanganan inflasi, penguatan ekonomi masyarakat dan perbaikan infrastruktur dasar harus berjalan beriringan. 

Penyediaan sanitasi, air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni dan jalan lingkungan juga turut mempengaruhi daya tahan ekonomi rumah tangga miskin.

“Semua ini saling berhubungan. Kalau harga stabil, pendapatan meningkat dan infrastruktur memadai, maka angka kemiskinan bisa kita tekan lebih baik,” tegasnya.

Dengan komitmen seluruh pemerintah kabupaten atau kota untuk terus melaksanakan pasar murah secara rutin, Pemprov Kalteng optimistis tekanan ekonomi masyarakat dapat ditekan, sekaligus menjaga momentum positif penurunan kemiskinan di wilayah tersebut. (ifa/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *