Sejalan dengan komitmen pemerintah untuk terus membangun industri pertahanan (inhan) dan industri penerbangan dalam negeri. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menggandeng Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk di Indonesia Timur.
Direktur Utama (Dirut) PTDI Marsekal Muda TNI (Purn) Gita Amperiawan menyampaikan bahwa keputusan instansinya menjalin kerja sama dengan PPI Curug kini ditegaskan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (14/11).
MoU itu mencakup beberapa hal penting seperti pengembangan kapasitas SDM, riset dan inovasi sektor penerbangan nasional, pemanfaatan fasilitas dan SDM, program magang praktik industri, pemberian corporate social responsibility (CSR) dalam bentuk beasiswa, serta rekrutmen dan penempatan tenaga kerja.
”Industri penerbangan nantinya sangat membutuhkan SDM hasil binaan dari lembaga penerbangan, salah satunya adalah PPI Curug. Ini adalah salah satu proyek masa depan karena yang kita bangun adalah satu ekosistem kedirgantaraan nasional,” ungkap Gita dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media.
Menurut pensiunan TNI AU dengan pangkat terakhir perwira tinggi (pati) bintang dua itu, kerja sama dengan lembaga pendidikan sangat penting. Sebab, ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Apalagi pemerintah saat ini terus mendorong inhan lokal untuk terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan pertahanan Indonesia.
Gita menyebut, data Bappenas mencatat pertumbuhan lapangan kerja sektor kedirgantaraan saat ini sudah mencapai 8 persen per tahun. Namun, kesiapan SDM-nya hanya 3 persen. Sehingga masih ada gap yang cukup besar antara kebutuhan dengan ketersediaan SDM.
”Jadi, antara 8 persen dan 3 persen ini adalah data BPS yang disampaikan kepada Bappenas. Karena itu sekali lagi, kerja sama antara PPI Curug dengan PT Dirgantara Indonesia dampaknya adalah akan nasional. Kami mengajak PPI Curug untuk membantu bagaimana menyiapkan SDM Indonesia di timur,” jelasnya.
SUMBER : JAWA.POS












