Isen MulangKalimantan Tengah

Wilayah Barat Catat Capaian Tertinggi Realisasi Plasma di Kalteng 

286
×

Wilayah Barat Catat Capaian Tertinggi Realisasi Plasma di Kalteng 

Sebarkan artikel ini
HADIR: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Herson B. Aden (tengah) foto bersama dalam Rapat Sinkronisasi dan Evaluasi Data, FPKMS Atau Plasma, CSR, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Alat Berat, Senin (10/11/2025). Foto: IFA/Raka

PALANGKA RAYA – Realisasi plasma di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan variasi signifikan antarwilayah. Berdasarkan hasil pemetaan sementara, wilayah barat yang meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau dan Sukamara mencatat capaian tertinggi dengan 61,03 persen. 

Sementara itu, wilayah timur yang meliputi Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya justru mencapai 76,76 persen, sedangkan wilayah tengah yang meliputi Palangka Raya, Kapuas, Pulang Pisau, Gunung Mas, dan Katingan baru mencapai 46,95 persen.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, Rizky R Badjuri, menjelaskan bahwa perbedaan capaian antarwilayah ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kecepatan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya serta adanya kendala di lapangan, seperti penyesuaian izin dan regulasi baru yang terbit pada semester dua tahun 2023.

“Wilayah barat sudah lebih cepat karena beberapa perusahaan di sana telah memenuhi kewajibannya. Sedangkan wilayah tengah masih berproses,” ujar Rizky, Senin (10/11/2025).

Data Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) 2022 sampai dengan 2025 menunjukkan tren positif pembangunan plasma di Kalteng. Pada 2022, luas pembangunan plasma mencapai 220.978,01 hektare atau 47,48 persen dari kewajiban, meningkat menjadi 228.433,01 hektare (48,82 persen) pada 2023, dan melonjak menjadi 244.715,84 hektare (52,02 persen) pada 2024. 

Proyeksi hingga 2025 diperkirakan mencapai 247.709,21 hektare atau 52,66 persen dari total kewajiban plasma berdasarkan izin usaha perkebunan seluas 470.405,11 hektare.

Rizky menambahkan, pemerintah provinsi tengah melakukan penyelarasan dan sinkronisasi data dengan kabupaten/kota serta perusahaan perkebunan. Langkah ini penting agar seluruh data terkait luas lahan, calon penerima plasma, serta lokasi kebun dapat terverifikasi dengan baik.

“Kalau kita lihat dari grafik 2021 hingga 2025, capaian plasma di Kalteng sudah mencapai 52,66 persen dari total kewajiban. Artinya, masih ada sekitar 47 persen lagi yang perlu diselesaikan bersama,” pungas Rizky. (ifa/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *