PeristiwaUtama

Tanpa Alat Safety, Pekerja Baliho Kesetrum Listrik

473
×

Tanpa Alat Safety, Pekerja Baliho Kesetrum Listrik

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI : Petugas Damkar mengevakuasi korban pekerjaan baliho yang tersengat listrik di Jalan MT Haryono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (11/11/2025) pagi.‎APRI/RADAR KALTENG

‎‎SAMPIT – Seorang pekerja pemasang papan reklame bernama Suridin harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit. Pria 52 tahun itu dilarikan ke rumah sakit setelah tersengat arus listrik saat menurunkan baliho di Jalan MT Haryono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (11/11/2025) pagi.

‎‎Korban mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh setelah kaki kirinya diduga menyentuh kabel listrik yang terkelupas di sekitar rangka besi baliho. Hal itu terjadi, karena korban tanpa dilengakpi alat safety atau pengaman.

‎Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Anggun Iman Hernawan mengatakan, korban telah mendapat penanganan darurat sejak dievakuasi petugas pemadam kebakaran dan masyarakat. ‎“Pasien kecelakaan kerja pemasangan baliho ini ditangani oleh dokter IGD. Pasien diantar oleh petugas Damkar dalam kondisi luka bakar berat,” ujarnya.

‎Menurut dr Anggun, kondisi umum korban cukup serius dengan luka bakar mencapai 40 persen di bagian dada, perut, kaki kiri, dan tangan kiri. ‎“Saat ini pasien masih dirawat intensif di IGD dan sudah dikonsulkan ke dokter bedah untuk tindakan lebih lanjut,” tambahnya.

‎Anak korban, Azis, menceritakan detik-detik kejadian yang menimpa ayahnya. Menurut dia, sang ayah awalnya hendak menurunkan baliho yang dipasang tidak sesuai posisi. Biasanya pekerjaan itu dilakukan berdua, namun kali ini dikerjakan sendirian.

‎“Pas di atas, bapak nginjak kabel yang sudah sobek, terus langsung kesetrum karena kabel itu nempel di besi rangka baliho,” tutur Azis saat ditemui di rumah sakit.

‎Dalam kondisi kesetrum, korban masih sempat meminta tolong kepada warga di bawah untuk memotong kabel agar aliran listrik terputus. ‎“Bajunya sempat kebakar. Kulitnya hangus di beberapa bagian sebelah kiri. Untung cepat dipotong kabelnya. Kalau tidak, mungkin bapak sudah gugur,” ucapnya.

‎Azis juga mengungkapkan, ayahnya saat itu tidak menggunakan alat keselamatan kerja (safety) yang memadai, seperti sarung tangan atau sepatu isolasi.

‎Azis menambahkan, ayahnya sudah bekerja sebagai pemasang baliho sekitar 3 tahun terakhir. Saat ini keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan dokter dan mempertimbangkan tindakan operasi.

‎“Dokter menyarankan operasi, tapi keluarga masih diskusi karena kondisi bapak masih lemah. Tapi kami minta di ronsen dulu. Kalau untuk saran operasi, kami keluarga sepakat tidak setuju,” tegasnya.

‎Sebelumnya, Kepala Peleton 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Febbry menjelaskan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 08.18 WIB. “Setelah mendapat laporan ada orang kesetrum di atas baliho, tim langsung berangkat ke lokasi dan melakukan evakuasi,” ujarnya.

‎‎Dalam waktu kurang dari 15 menit, tim Damkar berhasil menurunkan korban yang saat itu masih tergantung lemas di atas rangka besi. “Korban berhasil kami evakuasi sekitar pukul 08.33 WIB dan langsung dibawa ke RSUD dr Murjani untuk penanganan medis,” jelasnya.

‎Evakuasi dilakukan dengan melibatkan sejumlah personel Damkar dibantu PLN, Polsek Ketapang, Satlantas Polres Kotim, dan PMI Kotim guna memastikan area aman dari aliran listrik aktif sebelum penyelamatan dilakukan.

‎Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pekerja di lapangan agar selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama saat beraktivitas di area berisiko tinggi seperti dekat jaringan listrik. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *