Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Penyematan gelar pahlawan nasional itu diberikan bertepatan dengan Hari Pahlawan, yang jatuh setiap tanggal 10 November.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menilai penghargaan bagi Gus Dur itu bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan atas perjuangan kemanusiaan Gus Dur yang melampaui zamannya.
“Gus Dur sudah menjadi pahlawan sejak lama karena beliau memperjuangkan manusia, bukan sekadar ideologi. Beliau memerdekakan akal, menjaga martabat kemanusiaan, dan membela yang lemah tanpa pamrih,” kata Maman kepada wartawan, Senin (10/11).
“Ketika banyak orang memilih diam demi aman, Gus Dur justru bicara demi kebenaran. Ketika banyak yang menonjolkan agama untuk memecah belah, Gus Dur menunjukkan bahwa agama sejatinya menyatukan dan memanusiakan,” ujarnya.
Menurutnya, keteladanan Gus Dur harus dihidupkan dalam kebijakan publik, dunia pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat. Ia menilai generasi muda perlu belajar dari keberanian Gus Dur yang mampu mengubah cara pandang masyarakat dari kecurigaan menjadi kasih sayang, dari kekuasaan menjadi pengabdian.
“Menjadikan beliah pahlawan nasional, berarti menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas cinta, keberanian, dan kemanusiaan,” pungkasnya.
SUMBER : JAWA.POS












