FeatureOlahraga

Dua Siswi SMAN 1 Persembahkan Perunggu bagi Kalteng

577
×

Dua Siswi SMAN 1 Persembahkan Perunggu bagi Kalteng

Sebarkan artikel ini
JUARA: Ekklesia Esterin dan Zefanya Ferbianti menerima medali perunggu nomor rowing cabang olahraga dayung di POPNAS XVII, Selasa (4/11/2025). FOTO DISPORA UNTUK RADAR KALTENG

Dari Arena Dayung Popnas XVII 2025 di Jakarta

Di tengah riuh tepuk tangan penonton di venue dayung Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII di Jakarta, dua gadis muda dari Kalimantan Tengah, Ekklesia Esterin dan Zefanya Ferbianti, menuntaskan perlombaan dengan wajah basah oleh keringat dan senyum kemenangan.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

MEREKA baru saja memastikan diri merebut medali perunggu untuk Kalteng di untuk kategori Women Coxless Pair (W2-) pada nomor rowing dengan catatan waktu 03:33.841.

Hasil itu menempatkan pasangan ini di belakang tim Sumatera Selatan dan DKI Jakarta yang masing-masing membawa pulang emas dan perak.

Namun bagi Kalteng, medali perunggu ini terasa begitu istimewa, menjadi bukti bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah mampu menembus batas.

Ekklesia Esterin dan Zefanya Ferbianti bukan nama asing di dunia dayung pelajar Indonesia. Dua siswi SMAN 1 Palangka Raya ini telah lama berlatih bersama, menumbuhkan kekompakan yang menjadi senjata utama mereka di lintasan air.

Ekklesia, gadis kelahiran Kasongan, Kabupaten Katingan, 16 Agustus 2009, memiliki postur 164 cm dengan berat 66 kg, sosok yang tangguh dan penuh determinasi.

Sementara Zefanya lahir di Palangka Raya pada 13 Februari 2009, memiliki semangat yang tak kalah besar. Dengan tinggi dan berat badan hampir sama, keduanya adalah kombinasi sempurna dalam perahu yang melaju seirama di atas permukaan air.

Kiprah mereka sudah terbukti di berbagai kejuaraan. Dari medali emas U15 Kejurnas Riau 2023, perak Kejurnas PPLP Riau 2023, perak Popnas 2023, hingga emas dan perak di Kejurnas PPLP Sulbar 2024. Kini mereka menambah daftar prestasi dengan perunggu Popnas Jakarta 2025.

Bagi Ekklesia dan Zefanya, perjalanan menuju podium tidak mudah. Latihan panjang di bawah terik matahari Sungai Kahayan, rutinitas fisik yang berat, hingga perjuangan menjaga keseimbangan antara akademik dan olahraga menjadi bagian dari keseharian mereka.

Namun dukungan dari pelatih, keluarga, dan Dispora Kalteng menjadi bahan bakar semangat mereka.

Di usia yang baru menginjak 16 tahun, kedua atlet ini telah menjadi inspirasi bagi pelajar-pelajar di Kalteng. Mereka membuktikan bahwa asal ada tekad dan kerja keras, tak ada batas untuk meraih mimpi.

Kini, Ekklesia dan Zefanya masih menyimpan ambisi, membawa nama Kalteng dan Indonesia ke ajang internasional. Dengan semangat juang yang tak pernah surut, mereka siap melaju lebih cepat, bukan hanya di lintasan air, tapi juga mempertahankan tradisi medali bagi Kalteng di berbagai event dan mengukir prestasi bagi Indonesia di dunia dayung.

Wakil Ketua Kontingen Kalteng Adi Nur Pajar, bahkan tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Medali ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Terima kasih kepada gubernur, wakil gubernur, dan seluruh pihak yang terus memberi dukungan. Semoga capaian ini memotivasi cabang olahraga lain untuk terus berprestasi,” ujarnya, Selasa (4/11/2025). (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *