PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini memiliki 33 rumah sakit, termasuk milik swasta dan 217 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 114 kecamatan. Dengan jumlah tersebut, beberapa kecamatan, bahkan memiliki lebih dari satu puskesmas.
Selain itu, dari total sekitar 1.600 desa dan kelurahan di Kalteng, telah tersedia lebih dari 1.400 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berperan, memberikan layanan kesehatan dasar di tingkat masyarakat. Namun, tantangan utama justru terletak pada ketersediaan tenaga kesehatan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Kalteng Menyapa yang mengangkat tema “Pemerataan Kualitas Akses Layanan Kesehatan di Provinsi Kalteng” di Studio 1 RRI Palangka Raya, Kamis (9/10/2025).
“Secara fasilitas, kita sebenarnya sudah cukup baik. Tantangannya justru ada di ketersediaan tenaga kesehatan,” ungkap Suyuti.
Ia menjelaskan, beberapa rumah sakit besar milik pemerintah provinsi seperti RSUD dr. Doris Sylvanus, RSJ Kalawa Atei dan RSUD Hanau, saat ini telah berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang menyediakan layanan spesialistik dan subspesialistik.
Namun, lanjutnya, untuk pelayanan kesehatan dasar di wilayah daerah, masih banyak puskesmas yang belum memiliki tenaga medis secara lengkap, khususnya dokter umum dan dokter gigi.
“Puskesmas menjadi kewenangan kabupaten dan kota. Saat ini, masih ada sekitar tujuh puskesmas yang belum memiliki dokter,” pungkasnya. (ifa/abe)












