Isen MulangKalimantan Tengah

Dorong Swasembada Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida BISI-18

220
×

Dorong Swasembada Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida BISI-18

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) menekankan pentingnya dukungan lintas sektor terhadap Program Swasembada Pangan Nasional. Salah satunya kegiatan penanaman jagung hibrida varietas BISI-18 yang telah dilaksanakan baru-baru ini.

“Program ini bertujuan memperkuat ketersediaan pangan strategis melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi lahan, serta pemberdayaan petani dan masyarakat. Namun, kendala utama masih terletak pada keterbatasan SDM pertanian,” ujar Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya menggandeng Polri sebagai mitra strategis dalam menggerakkan kelompok tani di Kalteng. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target swasembada jagung di wilayah tersebut.

Varietas jagung hibrida BISI-18 dipilih karena dinilai cocok untuk lahan berpasir dengan tingkat kesuburan rendah seperti di wilayah Palangka Raya.

Penyuluh Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rihanae dan Marki Sudiatna, menjelaskan bahwa varietas ini memiliki masa panen relatif singkat, yakni 100 sampai dengan 105 hari setelah tanam serta potensi hasil tinggi, mencapai 10 sampai dengan 12 ton per hektar dalam kondisi optimal.

“Keunggulan lain dari BISI-18 adalah tahan terhadap penyakit utama seperti bulai dan karat daun serta memiliki kualitas biji yang seragam dan bernilai jual tinggi,” terang Rihanae.

Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa sesuai arahan Inpres Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri, hasil panen kuartal III tahun ini akan diserap oleh Perum Bulog.

“Jagung pipilan dengan kadar air 18–20 persen akan diserap seharga Rp 5.500 per kilogram. Hari ini, sebanyak 1 ton jagung dari Kelurahan Pager resmi dilepas untuk diserap Bulog,” ujar Iwan

Ia menambahkan, pada kegiatan Gerak Tanam Jagung Serentak se-Indonesia, Kalteng turut berpartisipasi dengan luas tanam 128 hektar di 101 titik lokasi. Sisanya, sekitar 6.691,75 hektar, akan ditanam secara bertahap menyesuaikan kesiapan lahan dan sarana produksi.

Sebagai bentuk pengawasan, Dinas TPHP Provinsi Kalteng melalui Pengawas Mutu Hasil Pertanian dan Pengawas Benih Tanaman turut melakukan pemeriksaan mutu jagung pipilan yang diserap Bulog. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kadar air sesuai standar, guna menjaga kualitas di gudang penyimpanan.

“Jagung dengan kadar air di atas 20 persen harus dikeringkan terlebih dahulu hingga mencapai kadar 14 persen agar tidak rusak selama penyimpanan,” jelas Ita Susilawaty, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas TPHP Kalteng.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat petani. . (ifa/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *