Isen MulangKalimantan Tengah

Soroti Infrastruktur Buruk Harap Dana bagi Hasil Ditingkatkan

204
×

Soroti Infrastruktur Buruk Harap Dana bagi Hasil Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
Soroti Infrastruktur
Wagub Kalteng, Edy Pratowo menyampaikan sambutan, Rabu (8/10/2025). Foto: IST

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo menyoroti buruknya infrastruktur di wilayahnya yang menjadi salah satu kendala utama dalam mendukung percepatan pembangunan, termasuk program ketahanan pangan nasional.

Hal ini disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam program bincang publik di CNN Indonesia, Rabu (8/10/2025).

Edy mengungkapkan, bahwa luas wilayah Kalteng yang mencapai sekitar 15 juta hektare, lebih besar dari satu setengah kali Pulau Jawa, tidak diimbangi dengan infrastruktur yang memadai.

Hal ini menjadi tantangan serius, terutama dalam mendukung mobilitas logistik dan pembangunan di daerah terpencil.

“Infrastruktur kami itu sangat mungkin tidak baik-baik saja, terutama kondisi jalan. Ini kendala utama yang kami hadapi di lapangan,” tegas Edy.

Ia menjelaskan, bahwa jalan-jalan negara, provinsi, hingga jalan kabupaten kerap menjadi jalur utama angkutan berat, termasuk untuk distribusi hasil pertanian dan program cetak sawah. Sayangnya, banyak ruas jalan dalam kondisi rusak dan belum mampu menampung beban logistik pembangunan.

Melihat kontribusi Kalteng dalam program strategis nasional seperti cetak sawah dan ketahanan pangan, Edy berharap, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam bentuk peningkatan dana bagi hasil (DBH) dan dukungan anggaran infrastruktur.

“Kami berharap sumber-sumber yang dihasilkan dari daerah bisa kembali ke kami melalui dana bagi hasil. Itu penting agar kami bisa memperbaiki infrastruktur yang menjadi penopang utama pembangunan,” ungkapnya.

Ia menekankan, bahwa perbaikan infrastruktur bukan hanya soal kelancaran logistik, tetapi juga menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat kami ingin sejahtera dan merasakan langsung hasil pembangunan. Kalau infrastrukturnya rusak, pembangunan pun jadi lambat,” tambahnya.

Dengan jumlah penduduk hanya sekitar 2,8 juta jiwa dan wilayah yang sangat luas, Kalteng memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga pangan nasional. Namun, potensi ini tidak akan maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang layak.

Edy menutup pernyataannya dengan harapan agar pembangunan nasional lebih merata dan tidak hanya terfokus pada wilayah dengan infrastruktur yang sudah mapan.

“Kami ingin pembangunan yang adil. Jangan hanya pusat yang maju, tapi daerah yang punya potensi justru tertinggal karena infrastrukturnya tidak diperhatikan,” pungkasnya. (ifa/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *