PALANGKA RAYA – Upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia mendapat angin segar saat Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, bersama Wakil Gubernur, Edy Pratowo menggelar jamuan makan malam bertajuk Hasupa Hasundau di Istana Isen Mulang, Senin (6/10/2025) malam.
Acara tersebut menjadi momen penting yang mempertemukan Duta Besar Rusia untuk Indonesia H.E Mr. Sergei Tolchenov dan rombongan, bersama anggota Komisi IX DPR RI yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Bumi Tambun Bungai.
Dalam suasana hangat penuh keakraban, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kunjungan kedua delegasi penting tersebut. Ia menilai momen ini sebagai peluang strategis untuk membuka kerja sama baru antara kalteng dan Rusia, terutama dalam bidang pembangunan dan energi.
“Kunjungan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tapi juga menjadi langkah awal menggali potensi kerja sama yang lebih konkret untuk kemajuan Kalteng,” ujar Gubernur.
Agustiar juga menyinggung sejarah hubungan panjang antara Rusia dan Kalteng, salah satunya tercermin dari pembangunan Jalan Tjilik Riwut sepanjang 34 kilometer yang dahulu dikenal sebagai “Jalan Rusia”, hasil kesepakatan pada masa Presiden Soekarno.
“Sejarah ini menjadi pengingat bahwa hubungan kita sudah terjalin lama, dan kini saatnya untuk memperkuatnya kembali dalam konteks yang lebih modern,” tambahnya.
Tak hanya menerima kunjungan dari delegasi Rusia, Pemprov Kalteng juga menyambut rombongan Komisi IX DPR RI yang sedang menjalankan agenda pengawasan terhadap berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penanggulangan TBC, peningkatan layanan rumah sakit, hingga layanan kesehatan gratis.
Ketua Tim Kunker Komisi IX, M. Yahya Zaini, memberikan apresiasi terhadap sambutan Pemprov Kalteng dan menyampaikan harapannya agar potensi besar daerah ini khususnya sektor pertambangan, perhutanan, dan perkebunan dapat dikelola secara optimal oleh tenaga kerja lokal.
“Dengan luas wilayah terbesar di Indonesia dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Kalteng berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Dubes Rusia Sergei Tolchenov menyatakan kebanggaannya bisa menginjakkan kaki di tanah Kalimantan. Ia menilai sambutan yang diterima sangat hangat dan penuh persahabatan.
“Kami berharap, kerja sama ini bisa berkembang, terutama di bidang energi. Ini baru langkah awal dari diskusi panjang ke depan,” ujar Tolchenov.
Jamuan makan malam yang dikemas dalam nuansa kearifan lokal ini tidak hanya mempererat hubungan antarlembaga dan negara, tapi juga membuka cakrawala baru untuk kolaborasi strategis di masa mendatang. (ifa/abe)












