PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pasar Penyeimbang Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya di kawasan Pasar Datah Manuah Jalan Yos Sudarso dalam rangka HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke-60 dan HUT Kota Palangka Raya ke-68.
Wagub Edy menilai, pasar penyeimbang merupakan kegiatan rutinitas, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, dalam membantu masyarakat ekonomi lemah agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, melalui pasar penyeimbang juga bisa mengatasi inflasi daerah, mengingat Kota Palangka Raya merupakan salah satu indikator pemantauan angka inflasi di Kalimantan Tengah, selain Sampit, Kapuas dan Sukamara.
Sebagai informasi, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, secara spasial ada empat Kabupaten atau Kota IHK di Provinsi Kalteng secara m-to-m seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi di Sampit secara m-to-m tercatat sebesar 0,43 persen, Kabupaten Kapuas sebesar 0,46 persen, Kabupaten Sukamara 0,06 persen, dan Kota Palangka Raya sebesar 0,19 persen.
“Kita beberapa tahun lalu pernah terjadi inflasi tertinggi nomor dua di Indonesia. Nah ini yang kita tidak inginkan terjadi lagi dengan melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui pasar penyeimbang untuk menstabilkan harga,” ucap Wagub Edy, beberapa waktu lalu.
Pasar Penyeimbang Kota Palangka Raya akan digelar setiap Sabtu selama pada Juli hingga Agustus di Pasar Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso. sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT ke-60 Pemerintah Kota Palangka Raya dan HUT ke-68 Kota Palangka Raya. (ter/abe)












