Isen MulangKalimantan Tengah

Bekerjasama dengan Yayasan GFI Sebagai Pengembangan Kakao

267
×

Bekerjasama dengan Yayasan GFI Sebagai Pengembangan Kakao

Sebarkan artikel ini
Bekerjasama dengan Yayasan GFI Sebagai Pengembangan Kakao
KESEPAKATAN: Kadisbun Provinsi Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri saat tandatangani MoU dengan Yayasan GFI, Kamis (27/2). (Foto: IST)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perkebunan resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Good Forest Indonesia (GFI) melalui Memorandum of Understanding (MoU) di ruang rapat Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Kamis (27/2). 

Penandatanganan ini, bertujuan untuk mendorong pengembangan komoditas kakao yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan.

Kakao, sebagai salah satu dari 139 komoditas binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, memiliki peran penting dalam sektor perkebunan Indonesia. Di Kalteng, selain kelapa sawit, karet, kelapa dalam dan kopi, kakao turut menjadi komoditas unggulan yang turut dikembangkan.

Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri menjelaskan, bahwa MoU ini menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan kakao di kalangan petani skala kecil. 

“Kerja sama ini kami harapkan, dapat memperkuat kapasitas petani dalam berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya, panen, hingga pascapanen kakao,” ujar Rizky.

Lebih lanjut, Rizky mengungkapkan, bahwa ruang lingkup MoU ini mencakup peningkatan kapasitas petani dalam teknik budidaya, penyediaan sarana dan prasarana pendukung serta memfasilitasi akses pasar bagi komoditas kakao. 

Selain itu, kerja sama ini juga melibatkan kolaborasi dalam bidang penelitian dan pelatihan guna meningkatkan produktivitas serta kualitas kakao yang dihasilkan.

“Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan sub sektor perkebunan yang berkelanjutan. Ini juga merupakan komitmen kami dalam mendukung pengembangan sektor kakao di Kalteng,” tambahnya.

Penandatanganan MoU ini diharapkan, menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan komoditas kakao di Kalteng.

“Sekaligus memberikan manfaat yang besar bagi petani lokal dalam meningkatkan hasil pertanian. Juga memperluas akses pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (ifa/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *