DPRD Kalimantan Tengah

‎Warga Terpapar Asap Perlu Pemeriksaan Lanjutan

26
×

‎Warga Terpapar Asap Perlu Pemeriksaan Lanjutan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketuw III DPRD Kalteng, Junaidi. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memperhatikan dampak kesehatan masyarakat yang terpapar kabut asap.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, meminta bagi masyarakat yang terpapar ISPA agar dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan. Tugas ini menjadi kewajiban pemerintah agar Kesehatan masyarakat tetap terjaga.

‎“Kita jangan hanya berpikir saat ini. Masyarakat kita yang terkena ISPA dan terpapar asap itu harus mendapat diperhatikan juga,” tegasnya, Senin (19/10).

‎

‎Perhatian tersebut sejalan dengan data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng. Hingga minggu ketiga Oktober 2026, tercatat 5.916 kasus baru infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sehingga akumulasi kasus sejak awal tahun mencapai 121.220 kasus.

‎

‎Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya juga mengingatkan bahaya paparan asap karhutla, terutama partikel halus PM2,5 yang dapat masuk ke sistem pernapasan. Dalam imbauannya pada Agustus 2026, Kemenkes meminta fasilitas kesehatan memberikan perlindungan ekstra kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta.

‎

‎Junaidi menegaskan, bantuan pemadaman dan dukungan biaya operasional belum cukup jika tidak diikuti penanganan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan.

‎

‎“Tidak cukup dengan hanya bantuan unit pemadam, tidak cukup hanya bantuan uang operasional untuk memadamkan api,” ujarnya.

‎

‎Menurutnya, pemerintah perlu memastikan masyarakat yang sebelumnya terpapar asap memperoleh pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pernapasannya. Langkah ini penting agar keluhan kesehatan yang berlanjut tidak terabaikan setelah kebakaran berhasil dikendalikan.

‎

‎“Intinya pemerintah harus bisa memikirkan pasca  karhutla ini. Hal ini yang penting,” kata Junaidi.

‎

‎Junaidi mendorong Pemprov Kalteng berkoordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit untuk menyiapkan pemeriksaan lanjutan, khususnya bagi warga di wilayah terdampak asap. Upaya tersebut diharapkan melengkapi penanganan karhutla sehingga perlindungan masyarakat tidak berhenti ketika api padam, tetapi berlanjut hingga pemulihan kesehatan warga.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *