PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Kalteng mendesak pemerintah pusat melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya modifikasi cuaca untuk membantu memicu hujan di wilayah terdampak.
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin mengatakan kebakaran yang berlangsung cukup lama membuat masyarakat sangat mengharapkan turunnya hujan. Ia berharap upaya pemerintah dalam penanganan karhutla dapat diperkuat dengan dukungan teknis dari pemerintah pusat.
“Seperti yang kita tahu, BMKG k meramalkan hujan ini masih di seputaran awal November. Ya, kita harapkan dengan adanya bantuan OMC, hujan buatan ini bisa segera berjalan,” ujarnya, Jumat (16/10).
Menurut Riska, operasi modifikasi cuaca atau OMC diharapkan dapat membantu mengatasi kondisi yang menyulitkan pemadaman. Pemerintah memang sudah menyiapkan helikopter water bombing, namun belum bisa dimanfaatkan secara maksimal ketika kondisi cuaca dan jarak pandang tidak mendukung.
“Dengan keterbatasan visibility dari helikopter water bombing yang diperbantukan di beberapa kabupaten-kota terdampak, kurang cukup membantu karena posisi heli water bombing ini tidak bisa dipakai secara maksimal,” katanya.
Ia menilai dukungan pemerintah pusat tetap dibutuhkan agar penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman langsung di lapangan. Koordinasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan BNPB diperlukan untuk menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan cuaca dan kondisi kebakaran.
“Harapannya dari pihak BMKG dan BNPB Pusat untuk memperkuat hujan buatan di atas langit Kalteng,” pintanya.
DPRD Kalteng berharap langkah tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kebutuhan daerah terdampak. Percepatan dukungan dari pemerintah pusat khusunya hujan buatan dapat membantu petugas mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat dan lingkungan.(sep/*)












