Kalimantan Tengah

Gubernur Tak Kunjung Kembali, Massa Aliansi Kalteng Melawan Merangsek Masuk Kawasan Kantor

26
×

Gubernur Tak Kunjung Kembali, Massa Aliansi Kalteng Melawan Merangsek Masuk Kawasan Kantor

Sebarkan artikel ini
Gubernur Tak Kunjung Kembali, Massa Aliansi Kalteng Melawan Merangsek Masuk Kawasan Kantor.

PALANGKA RAYA – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kalimantan Tengah (Kalteng) Melawan di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (19/10/2026), berujung tegang. Massa yang semula menunggu Gubernur Kalteng Agustiar Sabran untuk menyampaikan aspirasi, akhirnya merangsek masuk ke halaman kantor setelah orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu tak kunjung kembali menemui mereka.

Sebelumnya, Agustiar sempat keluar dan menemui massa aksi. Namun, setelah masuk kembali ke gedung untuk menunaikan ibadah, Gubernur tidak kunjung kembali ke hadapan demonstran. Padahal, kehadirannya menjadi tujuan utama massa untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka soroti di Kalimantan Tengah, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Situasi tersebut membuat massa kecewa. Alih-alih melanjutkan penyampaian poin-poin tuntutan, mahasiswa justru menyoroti ketidakhadiran gubernur yang mereka tunggu. Kekecewaan itu kemudian memicu ketegangan di lokasi aksi hingga sempat terjadi gesekan antara massa dan aparat kepolisian yang berjaga.

Koordinator lapangan yang juga Gubernur BEM FISIP Universitas Palangka Raya (UPR), Yosafat Menteng, mengatakan sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak konsisten menemui demonstran menjadi salah satu pemicu memanasnya situasi. Menurutnya, massa telah menunggu gubernur kembali keluar untuk mendengarkan aspirasi mereka.

“Ini merupakan sebuah simbolik bahwa kami sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah daerah,” tegas Yosafat.

Kejadian tersebut justru menambah kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintah daerah. Yosafat menegaskan, aksi yang berlangsung bukan menjadi akhir dari gerakan mereka. Aliansi Kalimantan Tengah Melawan berencana menggelar konsolidasi untuk mempersiapkan demonstrasi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kami akan melakukan aksi demonstrasi dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya. Aliansi Masyarakat Kalteng jilid IV dengan eskalasi massa yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Perwakilan massa lainnya, Naomi Simamora, turut menyampaikan keberatan atas sikap pemerintah provinsi yang dinilai belum memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi hingga tuntas.

“Jadi setelah ini seperti apa yang kami sampaikan, kami akan kembali setelah ini dengan eskalasi yang lebih besar,” tuturnya.

Aksi tersebut menjadi gambaran kekecewaan mahasiswa yang ingin berdialog langsung dengan gubernur. Mereka menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi dalam waktu dekat, sementara persoalan penanganan karhutla dan tuntutan lainnya masih menunggu respons pemerintah daerah. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *