Lamandau

Petugas Karhutla Lamandau Mulai Kelelahan

21
×

Petugas Karhutla Lamandau Mulai Kelelahan

Sebarkan artikel ini
PERIKSA KESEHATAN : Personel gabungan yang terdiri dari anggota BPBD, TNI, Polri, hingga Satpol PP dan Damkar menjalani pemeriksaan kesehatan di Pos Karhutla Lamandau, Rabu (14/10/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Dinkes Turun Tangan Cek Kesehatan Tim Pemadam Kebakaran

NANGA BULIK – Setelah berhari-hari berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) siang dan malam, kondisi fisik sejumlah petugas gabungan di Kabupaten Lamandau mulai menurun. Intensitas kerja yang tinggi di medan ekstrem membuat banyak personel, khususnya dari pemadam kebakaran (damkar) mengalami kelelahan fisik.

Guna memastikan kondisi fisik dan imunitas para pejuang garis depan ini tetap terjaga, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau menggelar pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan kesehatan ini menyasar seluruh personel gabungan yang terdiri dari anggota BPBD, TNI, Polri, hingga Satpol PP dan Damkar.

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau Hendikel menegaskan, pemeriksaan kesehatan ini merupakan langkah krusial. Pasalnya tim di lapangan harus menghadapi kepungan asap, cuaca panas terik, serta durasi kerja yang sangat panjang.

“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk menjaga kondisi petugas di lapangan. Mereka harus tetap sehat agar bisa menjalankan tugas penanganan karhutla dengan baik,” ujar Hendikel kepada awak media, Rabu (14/10/2026).

Sementara Kepala Dinkes Lamandau melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dr Pippy Yulianti mengungkapkan, hasil pemeriksaan medis menemukan berbagai keluhan fisik dari para petugas.

Beberapa keluhan petugas itu diantaranya adalah kelelahan ekstrem dan pegal/nyeri otot akibat beban kerja fisik yang berat, nyeri ulu hati yang diduga dipicu pola makan tidak teratur saat penanganan darurat, tekanan darah tinggi (hipertensi) yang dipicu oleh stres fisik, kurang tidur, dan paparan panas ekstrem di lokasi kebakaran. “Keluhannya ada yang kelelahan, sakit-sakit badan, hingga nyeri ulu hati. Beberapa petugas juga ditemukan mengalami tekanan darah tinggi,” ungkap Pippy.

Sebagai langkah penanganan awal, tim medis Dinkes Lamandau langsung memberikan suplemen, penambah darah, serta vitamin kepada para petugas. Langkah pemeriksaan berkala ini diharapkan dapat mendeteksi dini gangguan kesehatan yang lebih serius, sehingga personel yang mulai sakit bisa beristirahat dan memulihkan kondisi.

Upaya ini menjadi elemen vital dalam menjaga kesiapan serta ketahanan fisik personel di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung. Di balik perjuangan pantang menyerah menaklukkan si jago merah, keselamatan dan kesehatan mental maupun fisik para petugas tetap menjadi prioritas utama. (han/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *