DPRD Kalimantan Tengah

‎Program SISKA Perlu Libakan Perusahaan Sawit

32
×

‎Program SISKA Perlu Libakan Perusahaan Sawit

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Habib Sayid Abdurrahman. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Sayid Abdurrahman mendorong pengembangan program sistem integrasi sapi dan sawit (SISKA) melibatkan kelompok masyarakat dan perusahaan perkebunan.

Menurutnya program tersebut dinilai berpeluang meningkatkan nilai ekonomi perkebunan sawit sekaligus membuka usaha peternakan bagi masyarakat di daerah.

Potensi perkebunan sawit  yang berkembang di sejumlah wilayah, kata Habib perlu dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan SISKA dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga perkebunan tidak hanya menjadi sumber penghasilan dari kelapa sawit, tetapi juga mendukung usaha peternakan.

‎“Sektor ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Jumat (9/10).

‎Ia menekankan, pelaksanaan program tersebut membutuhkan kerja sama dan pembinaan yang terarah. Kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan peternakan perlu dilibatkan agar pengelolaan usaha dapat berjalan lebih baik dan tidak hanya bergantung pada kemampuan perorangan.

‎“Saya menyarankan agar pelaksanaan SISKA melibatkan kelompok masyarakat. Jangan sendiri saja, enggak mampu,” kata Habib Sayid.

‎Habib Sayid menilai, keterlibatan perusahaan perkebunan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan program. Perusahaan dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), termasuk membantu pengembangan ternak dan mendukung kebutuhan kelompok peternak.

‎‎Selain dukungan pembiayaan, kerja sama dengan perusahaan sawit juga berpotensi membuka pemanfaatan hasil samping perkebunan sebagai bahan baku pakan ternak. Namun, pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan pengolahan dan kebutuhan nutrisi ternak agar dapat menunjang produktivitas peternakan.

‎‎“SISKA itu bisa terintegrasi dengan program CSR-nya membantu sapinya, kemudian kita bisa kerja sama dengan perkebunan untuk mendapatkan bahan baku untuk pakan,” ungkapnya.

‎‎Ia menambahkan, keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat kolaborasi dengan pihak swasta perlu diperkuat. Dukungan perusahaan diharapkan tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi turut mendorong keberlanjutan usaha masyarakat.

‎‎Habib Sayid berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi kemitraan antara kelompok peternak dan perusahaan perkebunan. Dengan pembinaan serta pembagian peran yang jelas, SISKA diharapkan berkembang menjadi usaha produktif yang mampu menambah pendapatan pekebun dan peternak di Kalteng.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *