KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas HM.Wiyatno terus bertekad untuk membuka akses jalan antar desa dan antar kecamatan. Tahun 2027 mendatang, Pemkab Kapuas mentarget akses jalan dari Kecamatan Mantangai ke Kecamatan Timpah bisa dilalui kendaraan roda empat.
Tekad mantan Ketua DPRD Provinsi Kalteng ini diungkapkan ketika mengunjungi Desa Kantunjung beberapa hari lalu. Bupati menyampaikan bahwa setelah berada di Katunjung, ia bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan meninjau ruas jalan Kecamatan Timpah.
“Dari Katunjung kita nanti langsung naik sepeda motor sampai ke Timpah. Ada sekitar 140 kilometer antara Mantangai dengan Kecamatan Timpah. Mudah-mudahan tahun 2027 dan 2028 mobil sudah bisa lewat sana,” ujarnya.
Dengan peningkatan akses tersebut, diharapkan masyarakat dari wilayah Pasak Telawang, Pujon dan Timpah dapat menuju Kuala Kapuas melalui jalur yang lebih singkat tanpa harus memutar melalui Palangka Raya dan Pulang Pisau.
Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun ini Kabupaten Kapuas mendapatkan dukungan anggaran dari Balai Jalan Nasional sekitar 25 miliar, yang salah satunya akan diarahkan untuk penanganan dan peningkatan ruas jalan dari Mantangai menuju Timpah.
Ia menjelaskan, sejumlah titik pada ruas tersebut membutuhkan penanganan khusus karena memiliki kondisi tanah yang rendah dan bergambut. Saat musim kemarau, kawasan tersebut rawan terbakar, sedangkan pada musim hujan sebagian wilayah dapat terendam.
“Makanya kita bersama rombongan menginap di Katunjung, pagi kita naik motor langsung ke Timpah. Kita ingin melihat langsung kondisi yang ada di sana sehingga penanganan seperti apa yang akan kita laksanakan, kita bisa melihat secara langsung,” pungkasnya.
Selain pembangunan di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Kapuas juga akan terus meningkatkan pembangunan jalan antarkecamatan serta konektivitas menuju wilayah kabupaten.
Pihaknya berkomitmen program 1 desa 1 miliar tetap dilanjuykan. Bahkan untuk tahun 2027 nilainya ditingkatkan. Pada tahun sebelumnya anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp245 miliar untuk 231 desa dan 17 kelurahan. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kapuas menargetkan peningkatan anggaran hingga sekitar Rp350 miliar.
Perhatian tersebut, lanjutnya, khususnya diarahkan kepada desa-desa di kawasan pesisir, pantai maupun pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. “Harapan kita tidak ada yang tertinggal di tahun 2027,” tegasnya. (alx/hms)












