Kalimantan TengahKotawaringin Timur

‎Gubernur Percepat Penanganan SMAN 1 Cempaga Pascakebakaran‎

37
×

‎Gubernur Percepat Penanganan SMAN 1 Cempaga Pascakebakaran‎

Sebarkan artikel ini
TINJAU : Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mendengarkan laporan dari Kapolres Kotim, I Kadek Dwi Yoga terkait kronologi kebakaran SMA Negeri 1 Cempaga Kotim saat berada dilokasi pascakebaran. IST


‎SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran memastikan penanganan SMA Negeri 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipercepat setelah kebakaran terjadi Minggu, (27/9) dini hari tersebut menghanguskan sejumlah bangunan sekolah.
‎
‎Agustiar menyatakan langkah tersebut diperlukan karena kebakaran tidak hanya merusak fasilitas sekolah, tetapi juga menyebabkan ketersediaan ruang kelas untuk 270 siswa menjadi tidak mencukupi.
‎
‎Hal itu disampaikan Agustiar saat meninjau langsung kondisi SMAN 1 Cempaga, Sabtu (3/10). Dalam kunjungan tersebut, ia mengecek kondisi bangunan yang terdampak sekaligus melihat kebutuhan sekolah setelah kebakaran.
‎
‎“Di sekolah ini ada 270 murid. Kita sudah hitung-hitung juga, kalau melihat jumlah kelas yang ada sekarang, memang kurang,” kata Agustiar.
‎
‎Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kapolres Kotim, kebakaran mengakibatkan tiga bangunan kelas, satu bangunan aula, dan satu bangunan kantor terbakar. Kerusakan tersebut membuat kapasitas ruang belajar sekolah berkurang.
‎
‎Agustiar menilai kondisi itu harus segera direspons. Sebagai sekolah jenjang SMA yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, penanganan fasilitas SMAN 1 Cempaga menjadi tanggung jawab Pemprov Kalteng.
‎
‎“Makanya segera kami akan bangun,” tegasnya.
‎
‎Menurut Agustiar, kondisi pascakebakaran merupakan situasi yang membutuhkan keputusan cepat. Ia tidak ingin pemulihan fasilitas sekolah tertunda hanya karena harus menunggu siklus penganggaran berikutnya.
‎
‎“Dalam tahun 2026, situasi begini, situasi genting seperti ini, harus kita bergerak cepat,” ujarnya.
‎
‎Ia mengatakan, pembangunan kembali tidak semestinya menunggu terlalu lama. Terlebih, fasilitas yang rusak berkaitan langsung dengan kebutuhan belajar ratusan siswa.
‎
‎“Kalau kita menunggu, harus dianggarkan lagi, kapan lagi membangunnya,” kata Agustiar.
‎
‎Gubernur juga menegaskan proses selanjutnya berada pada tahapan teknis. Ia meminta pihak terkait segera bergerak untuk menindaklanjuti kebutuhan pembangunan di sekolah tersebut.
‎
‎“Itu kan tinggal teknis di mereka saja. Terus bisa dilakukan,” pungkasnya.
‎
‎Sebelumnya, Agustiar mengakui dirinya baru dapat meninjau sekolah tersebut setelah kebakaran terjadi. Namun, ia menegaskan keterlambatan kunjungan tidak boleh menjadi alasan untuk memperlambat penanganan.
‎
‎“Saya datang ke sini memang agak terlambat, tapi tidak ada kata terlambat,” ujarnya.
‎
‎Perhatian Pemprov Kalteng diarahkan pada pemulihan fasilitas SMAN 1 Cempaga agar kekurangan ruang belajar akibat kebakaran dapat segera diatasi.(sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *