SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran memastikan penanganan SMA Negeri 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipercepat setelah kebakaran terjadi Minggu, (27/9) dini hari tersebut menghanguskan sejumlah bangunan sekolah.
Agustiar menyatakan langkah tersebut diperlukan karena kebakaran tidak hanya merusak fasilitas sekolah, tetapi juga menyebabkan ketersediaan ruang kelas untuk 270 siswa menjadi tidak mencukupi.
Hal itu disampaikan Agustiar saat meninjau langsung kondisi SMAN 1 Cempaga, Sabtu (3/10). Dalam kunjungan tersebut, ia mengecek kondisi bangunan yang terdampak sekaligus melihat kebutuhan sekolah setelah kebakaran.
“Di sekolah ini ada 270 murid. Kita sudah hitung-hitung juga, kalau melihat jumlah kelas yang ada sekarang, memang kurang,” kata Agustiar.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kapolres Kotim, kebakaran mengakibatkan tiga bangunan kelas, satu bangunan aula, dan satu bangunan kantor terbakar. Kerusakan tersebut membuat kapasitas ruang belajar sekolah berkurang.
Agustiar menilai kondisi itu harus segera direspons. Sebagai sekolah jenjang SMA yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, penanganan fasilitas SMAN 1 Cempaga menjadi tanggung jawab Pemprov Kalteng.
“Makanya segera kami akan bangun,” tegasnya.
Menurut Agustiar, kondisi pascakebakaran merupakan situasi yang membutuhkan keputusan cepat. Ia tidak ingin pemulihan fasilitas sekolah tertunda hanya karena harus menunggu siklus penganggaran berikutnya.
“Dalam tahun 2026, situasi begini, situasi genting seperti ini, harus kita bergerak cepat,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembangunan kembali tidak semestinya menunggu terlalu lama. Terlebih, fasilitas yang rusak berkaitan langsung dengan kebutuhan belajar ratusan siswa.
“Kalau kita menunggu, harus dianggarkan lagi, kapan lagi membangunnya,” kata Agustiar.
Gubernur juga menegaskan proses selanjutnya berada pada tahapan teknis. Ia meminta pihak terkait segera bergerak untuk menindaklanjuti kebutuhan pembangunan di sekolah tersebut.
“Itu kan tinggal teknis di mereka saja. Terus bisa dilakukan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Agustiar mengakui dirinya baru dapat meninjau sekolah tersebut setelah kebakaran terjadi. Namun, ia menegaskan keterlambatan kunjungan tidak boleh menjadi alasan untuk memperlambat penanganan.
“Saya datang ke sini memang agak terlambat, tapi tidak ada kata terlambat,” ujarnya.
Perhatian Pemprov Kalteng diarahkan pada pemulihan fasilitas SMAN 1 Cempaga agar kekurangan ruang belajar akibat kebakaran dapat segera diatasi.(sep)
Gubernur Percepat Penanganan SMAN 1 Cempaga Pascakebakaran












