Seruyan

Seruyan Memperkuat Koordinasi Lintas Sektor

28
×

Seruyan Memperkuat Koordinasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
TANGGAPAN : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Seruyan Agus Supriyadi saat memberi tanggapan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan di daerah itu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Untuk Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

KUALA PEMBUANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Seruyan. Menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Seruyan bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah setempat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan Agus Supriyadi mengatakan, kebakaran hutan dan lahan saat ini bukan lagi sekadar persoalan daerah saja. Tapi telah menjadi masalah nasional yang membutuhkan penanganan serius dan melibatkan seluruh pihak.

“Masalah karhutla ini sudah menjadi masalah nasional. Ada beberapa daerah yang perlu ditangani secara serius. Termasuk kita di Kabupaten Seruyan,” kata Agus Supriadi, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dengan memperkuat koordinasi lintas sektor. BPBD Seruyan bersama TNI, Polri, forkopimda dan pihak terkait lainnya telah mengambil langkah konkret untuk menghadapi potensi karhutla. Terutama memasuki periode rawan kebakaran di musim kemarau panjang saat ini.

Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni membentuk posko-posko satuan tugas (satgas) karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan. Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi, pemantauan serta respons apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Selain memperkuat kesiapsiagaan, pemerintah juga terus mengedepankan upaya pencegahan dengan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, mulai dari pemasangan spanduk hingga pemanfaatan media sosial.

“Kita mengimbau masyarakat agar tidak melaksanakan pembakaran hutan. Imbauan kita sampaikan melalui spanduk, media sosial dan lain sebagainya,” ujarnya.

Agus berharap, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara bersama-sama dapat menekan potensi terjadinya karhutla di Bumi Gawi Hatantiring. Menurut dia, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Tapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat. (yad/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *