PALANGKA RAYA – Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng mengingatkan APBD Kalteng tahun 2027 yang diproyeksikan mencapai Rp5,736 triliun, jangan sampai hanya besar di angka namun kecil dampaknya terhadap masyarakat.
Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Kalteng, Bryan Iskandar mengatakan APBD harus menjadi instrumen untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menunjukkan kemampuan pemerintah membelanjakan anggaran.
“NasDem memberikan perhatian serius terhadap besarnya alokasi belanja daerah yang mencapai Rp5,736 triliun lebih. Besarnya anggaran harus berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik,” katanya, Jumat (18/9).
Menurutnya, kualitas APBD tidak semestinya diukur dari seberapa besar anggaran yang terserap. Yang lebih penting adalah apakah belanja tersebut mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami tidak ingin APBD hanya besar secara nominal, tetapi kecil dalam dampak,” tegas Bryan.
Bryan menyebut sejumlah kebutuhan yang harus mendapat perhatian, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan konektivitas hingga ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, perlindungan sosial serta pengurangan kemiskinan dan ketimpangan.
“Pembangunan Kalteng tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan,” ujarnya.
Menurutnya, ketimpangan akses pembangunan masih menjadi tantangan karena kondisi Kalteng tidak hanya terdiri dari kawasan perkotaan. Wilayah pedesaan, pesisir dan pedalaman juga membutuhkan dukungan anggaran, terutama yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Bryan mendorong agar pembahasan RAPBD 2027 benar-benar menyaring program berdasarkan kebutuhan dan dampaknya. Anggaran yang tersedia harus diarahkan pada sektor yang mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.(sep/*)












