DPRD Kalimantan Tengah

‎Polisi Harus Jeli Usut  Kesengajaan Karhutla

38
×

‎Polisi Harus Jeli Usut  Kesengajaan Karhutla

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto ‎BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto meminta aparat kepolisian lebih tegas dan jeli mengusut kasus karhutla, terutama terhadap dugaan pembakaran yang dilakukan dengan sengaja.

‎Menurut Sugiyarto, penegakan hukum menjadi penting di tengah kondisi karhutla yang semakin meluas. Ia meminta kepolisian tidak hanya melihat peristiwa kebakaran, tetapi juga menelusuri niat atau unsur kesengajaan dalam setiap kasus yang ditangani.

‎

‎“Kita  mendorong ke pihak kepolisian, manakala menetapkan tersangka dan sebagainya, supaya lebih jeli dan teliti terkait dengan niatan. Kalau memang ini adalah niatan (membakar), kepolisian harus bertindak,” ujarnya, Rabu (16/9).

‎

‎Ia mengatakan, dampak karhutla saat ini sudah dirasakan masyarakat dalam berbagai aktivitas. Ketika kondisi kabut asap memburuk, kegiatan pendidikan dapat terganggu, sementara masyarakat tetap membutuhkan ruang untuk menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

‎“Sekolah bisa dilakukan pembelajaran jarak jauh, tetapi kegiatan-kegiatan ekonomi kan harus tetap berjalan. Mereka juga harus bergerak di luar,” kata Sugiyarto.

‎

‎Sugiyarto mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang selama ini menangani karhutla di lapangan. Menurutnya, upaya pemadaman dan penanganan yang dilakukan relawan, pemadam kebakaran, BPBD, TNI hingga Polri telah memberikan kontribusi dalam menghadapi kondisi tersebut.

‎

‎“Tentu semua apa yang sudah dilakukan oleh relawan karhutla, damkar, BPBD, TNI, Polri ini sudah luar biasa dan patut diberikan apresiasi,” ujarnya.

‎

‎Sugiyarto menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Kesadaran masyarakat juga harus diperkuat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terlebih di tengah kondisi kemarau.

‎

‎Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja memanfaatkan kondisi tersebut untuk membakar lahan demi kepentingan pribadi. Kebakaran yang terus berulang dapat menimbulkan persoalan yang lebih besar bagi masyarakat.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *