DPRD Kalimantan Tengah

‎ Penguatan SDM Investasi Jangka Panjang

30
×

‎ Penguatan SDM Investasi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Anggota DPRD Kalteng, Pipit Setyorini BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Pipit Setyorini menilai pembangunan sumber daya manusia (SDM) perlu mendapat perhatian lebih dalam Perubahan APBD 2026.

Menurutnya, kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kebutuhan pembangunan ke depan. Pipit menilai penguatan SDM tidak cukup hanya dengan menambah pembangunan fisik, tetapi harus dibarengi peningkatan kualitas pendidikan.

“Pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kalteng,” katanya, Senin (21/9).

‎Ia secara khusus menyoroti arah penggunaan anggaran pendidikan. Pembangunan dan perbaikan gedung sekolah tetap diperlukan, namun tidak boleh menjadi satu-satunya perhatian pemerintah dalam mengalokasikan anggaran. “Anggaran pendidikan harus diarahkan bukan hanya pada pembangunan fisik sekolah,” ucap Pipit.

‎

‎Pipit menilai peningkatan kualitas guru dan pemerataan tenaga pendidik juga perlu menjadi perhatian. Hal tersebut penting agar kualitas layanan pendidikan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi dapat dirasakan masyarakat hingga daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.

‎

‎Pendidikan vokasi misalnya, perlu diperkuat untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu juga menjadi bagian yang menurutnya perlu mendapat perhatian dalam kebijakan anggaran.

‎

‎“Peningkatan kualitas guru, pemerataan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, pendidikan vokasi dan peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” ungkap Legislator Fraksi PKB tersebut.

‎

‎Dalam rancangan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah diproyeksikan Rp5,316 triliun, meningkat Rp197,661 miliar atau 3,86 persen dibanding APBD murni Rp5,118 triliun. Belanja daerah juga naik dari Rp5,452 triliun menjadi Rp5,541 triliun atau bertambah Rp89,036 miliar.

‎

‎Pipit berharap kebijakan belanja tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas SDM Kalteng dalam jangka panjang.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *