Kotawaringin Barat

Helikopter Water Bombing Tiba di Pangkalan Bun, Prioritaskan Penanganan Karhutla di Kawasan TNTP

92
×

Helikopter Water Bombing Tiba di Pangkalan Bun, Prioritaskan Penanganan Karhutla di Kawasan TNTP

Sebarkan artikel ini
Helikopter Water Bombing Tiba di Pangkalan Bun, Prioritaskan Penanganan Karhutla di Kawasan TNTP. FOTO : BPBD Kobar

PANGKALAN BUN – Usulan bantuan Helikopter water bombing (WB) yang telah dinantikan akhirnya tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, sejak Sabtu (19/9/2026). Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel membenarkan kedatangan helikopter WB yang mulai disiagakan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

“Ya, helikopter tipe Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM sudah tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, setelah melakukan penerbangan dari Palangka Raya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan laporan operasional PT Dominic Asasta Aviasi, helikopter dengan nomor penerbangan FSC SI20369 tersebut melakukan engine on di Palangka Raya pada pukul 14.20 WIB dan berangkat pada pukul 14.26 WIB. Helikopter tiba di Pangkalan Bun pukul 16.52 WIB dengan waktu penerbangan selama 2 jam 26 menit.

Sebelumnya, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah melalui surat tertanggal 11 September 2026 mengusulkan reposisi helikopter water bombing (WB) jenis Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Samuel menyatakan, operasi udara ini sangat diperlukan karena sejumlah titik api berada di kawasan dengan medan yang sulit dijangkau tim pemadaman darat. Ia menyebut, operasi water bombing ini akan diprioritaskan ke kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang merupakan habitat berbagai satwa terlindungi, seperti orangutan dan kini kian terancam oleh meluasnya karhutla.

“Untuk prioritas pemadaman udara, kami akan arahkan ke TNTP yang memang jangkauannya sulit. Mobilisasi pemadaman ke sana nanti dengan memanfaatkan pendekatan sumber air dari sungai sekitar,” sebutnya.

Samuel mengatakan, operasi udara berjalan sebagai bagian dari penanganan terpadu bersama tim gabungan darat yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), maupun unsur terkait lainnya. Selanjutnya, pengoperasian helikopter water bombing akan disesuaikan pada kondisi serta kebutuhan pemadaman di lapangan.

Dengan tambahan dukungan udara, kini penanganan karhutla diharapkan dapat dipercepat sekaligus mencegah meluasnya api, khususnya pada titik-titik lokasi yang sulit ditembus personel maupun kendaraan pemadam akibat keterbatasan akses.

(fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *