Kotawaringin Timur

MTQ ke-57 Kotim Digelar Awal Oktober di Kuala Kuayan

30
×

MTQ ke-57 Kotim Digelar Awal Oktober di Kuala Kuayan

Sebarkan artikel ini
USAI PERTEMUAN : Bupati Kotim Halikinnor bersama Panitia MTQ ke-57 Kotim foto bersama saat pertemuan di rujab bupati setempat, Jumat (18/9/2026) lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menetapkan jadwal pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-57 tingkat kabupaten. Ajang keagamaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3–6 Oktober 2026 dan dipusatkan di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu.

Sebelumnya, MTQ ke-57 direncanakan digelar pertengahan September ini. Namun pelaksanaannya terpaksa ditunda menyusul kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kotim hingga menimbulkan kabut asap.

Kepastian jadwal baru tersebut diputuskan setelah panitia pelaksana bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) melakukan pembahasan dengan Bupati Kotim Halikinnor di rumah jabatan bupati setempat, Jumat (18/9/2026).

Halikinnor mengatakan, kesiapan panitia dan lokasi menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah untuk menetapkan pelaksanaan MTQ pada awal Oktober. Berdasarkan hasil koordinasi, persiapan kegiatan kini telah mencapai sekitar 95 persen.

“Kemarin itu memang kita pertengahan September rencananya. Tapi berhubung karhutla, maka itu ditunda. Ini tadi saya minta LPTQ rapat dengan panitia di kecamatan bagaimana kesiapan mereka untuk pelaksanaan itu, ternyata saat ini sudah 95 persen sudah siap,” kata Halikinnor.

Selain kesiapan teknis, kondisi di Kuala Kuayan juga menjadi pertimbangan. Halikinnor menyebut Mentaya Hulu relatif aman dari kabut asap dibandingkan sejumlah wilayah perkotaan, khususnya Sampit. “Karena di Mentaya Hulu itu tidak ada asap. Di sana memang aman, bersih dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah tidak dapat terus menunda pelaksanaan MTQ hanya dengan menunggu karhutla sepenuhnya berakhir. Sebab, belum ada kepastian kapan kondisi tersebut benar-benar pulih. “Karena kalau kita menunggu asap tidak ada karhutla kita tidak tahu apakah ini panjang atau mungkin cepat segera berakhir,” katanya.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kesiapan lokasi, pemondokan, serta panitia, Pemkab Kotim menetapkan awal Oktober sebagai waktu pelaksanaan MTQ ke-57.

Meski demikian, pemerintah tetap akan memperhatikan kondisi kesehatan dan kenyamanan para kafilah yang datang dari berbagai kecamatan. Persiapan di lapangan diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim nantinya tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar-kafilah dari seluruh kecamatan di Bumi Habaring Hurung. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *