DPRD Kalimantan Tengah

‎Riska : Percepat Water Bombing ke Tanjung Puting

34
×

‎Riska : Percepat Water Bombing ke Tanjung Puting

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Aguatin BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustina, mendorong percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Tim Satgas Karhutla diminta untuk secepatnya mengirimkan helikopter Water Bombing ke Kawasan Tanjung Putting mengingat sulitnya akses menuju kawasan tersebut membuat dukungan pemadaman melalui udara dinilai lebih efektif.

‎Riska mengatakan karhutla di kawasan Balai Taman Nasional Tanjung Puting telah menjadi perhatian DPRD Kalteng. Kondisi tersebut juga telah disampaikan kepada Gubernur Kalteng agar penanganan dapat segera diperkuat.

‎

‎“Berkenaan dengan karhutla yang terjadi di wilayah Balai Taman Nasional Tanjung Puting, ini juga menjadi atensi kami,” katanya, Selasa (15/9).

‎

‎Menurutnya, akses menuju Tanjung Puting menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Ia berharap pengerahan helikopter water bombing dapat segera dilakukan untuk membantu menangani titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

‎

‎“Kondisi tersebut sudah kami laporkan kepada Bapak Gubernur, mengingat akses menuju Tanjung Puting sangat sulit,” ujar Riska.

‎

‎Riska menyebut persoalan tersebut juga mendapat perhatian Gubernur Kalteng dalam rapat bersama Kepala BNPB Pusat. Dalam pembahasan itu, dukungan pemadaman udara untuk Tanjung Puting menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat segera direalisasikan.

‎

‎“Kemarin juga ada atensi langsung dari Pak Gubernur. Harapannya, secepatnya water bombing bisa dikirim ke Tanjung Puting,” tegasnya.

‎

‎Riska menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat bersama BPBD Kobar telah menyampaikan surat kepada BPBD Provinsi Kalteng berkaitan dengan permintaan dukungan water bombing.

‎

‎“Memang ada surat yang diminta dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah agar water bombing segera dikirimkan ke Tanjung Puting,” jelasnya.

‎Pemkab Kobar pada 12 September 2026 menyampaikan bahwa helikopter water bombing diprioritaskan untuk lokasi karhutla yang sulit dijangkau melalui jalur darat, dengan kawasan TNTP menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian.

‎

‎Riska berharap koordinasi pemerintah daerah dan pusat dapat terus dipercepat sehingga dukungan udara benar-benar dapat dimanfaatkan di kawasan Tanjung Puting. Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah api meluas dan menjaga kawasan konservasi dari dampak karhutla.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *