Palangka Raya

Rp 10 Miliar Disiapkan, Pagar Sekolah Masih Jadi Usulan SDN 4 Palangka Raya

44
×

Rp 10 Miliar Disiapkan, Pagar Sekolah Masih Jadi Usulan SDN 4 Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Rp 10 Miliar Disiapkan, Pagar Sekolah Masih Jadi Usulan SDN 4 Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan sekitar Rp 10 miliar melalui Dinas Pendidikan untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

Namun, di tengah alokasi tersebut, kebutuhan fasilitas dasar seperti pagar, paving block hingga peralatan pendukung peserta didik penyandang disabilitas masih menjadi usulan sekolah.

Kondisi itu terungkap saat Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengunjungi SDN 4 Palangka Raya, Rabu (16/9/26). Dalam pertemuan dengan pihak sekolah, sejumlah kebutuhan fasilitas disampaikan untuk menunjang keamanan, kenyamanan dan aktivitas belajar mengajar.

“Yang pertama saya bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Ibu Kepala Sekolah mengenai kebutuhan serta hal-hal yang diinginkan sekolah,” ujar Fairid.

Salah satu kebutuhan yang disampaikan adalah pembangunan pagar sekolah. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung keamanan lingkungan sekolah.

Tak hanya pagar, SDN 4 Palangka Raya juga membutuhkan peralatan pendukung pembelajaran bagi peserta didik penyandang disabilitas. Fairid menyebut sekolah tersebut termasuk yang memiliki jumlah peserta didik penyandang disabilitas cukup banyak.

Kebutuhan lain yang turut disampaikan yakni penataan halaman sekolah dan pemasangan paving block. Artinya, selain kebutuhan pengembangan fasilitas, masih terdapat kebutuhan dasar lingkungan sekolah yang perlu mendapat perhatian.

Fairid memastikan berbagai usulan tersebut akan diupayakan untuk direalisasikan. Namun, penanganannya akan dilakukan di luar program revitalisasi sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih penggunaan anggaran.

“Yang memang diperlukan sekolah akan kami upayakan untuk dikerjakan. Namun, ini berada di luar program revitalisasi agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran,” katanya.

Pemko Palangka Raya telah mengalokasikan sekitar Rp 10 miliar melalui Dinas Pendidikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus sekolah. Anggaran tersebut antara lain dapat digunakan untuk penambahan ruang kelas, pembangunan pagar hingga fasilitas lain berdasarkan kebutuhan prioritas.

Meski demikian, belum ada angka pasti mengenai porsi anggaran yang akan diterima SDN 4 Palangka Raya. Fairid mengatakan kebutuhan masing-masing sekolah masih harus dihitung dan direncanakan.

“Kami belum bisa menyebutkan nominalnya karena masih harus melalui tahap perencanaan dan perhitungan terlebih dahulu,” jelasnya.

Menurut Fairid, pengalokasian anggaran tidak bisa dilakukan secara seragam. Kondisi masing-masing sekolah harus menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan yang akan ditangani.

Pemerintah saat ini memetakan sekitar 13 sekolah yang menjadi perhatian, terdiri dari satu TK, tiga SMP dan sisanya SD. Peninjauan dilakukan secara bertahap, baik melalui kunjungan langsung maupun tim Dinas Pendidikan.

Fairid menegaskan, sekolah yang belum dikunjunginya bukan berarti tidak mendapat perhatian. Pemerintah tetap melakukan pendataan terhadap kebutuhan fasilitas masing-masing sekolah sebagai bahan penyusunan anggaran.

“Dalam penyusunan anggaran, bantuan harus diberikan kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan, baik yang berada di pusat kota maupun di wilayah pinggiran. Jangan sampai ada sekolah yang tertinggal,” tegasnya.

Ia mengatakan kebutuhan sekolah akan dilihat berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Termasuk jika terdapat sekolah yang membutuhkan tambahan ruang kelas, pemerintah akan mempertimbangkan pembangunan atau penambahan fasilitas tersebut.

“Kalau memang perlu tambahan ruang kelas, maka akan ditambah. Prinsipnya, kebutuhan prioritas sekolah akan menjadi perhatian pemerintah,” pungkas Fairid. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *