DPRD Kalimantan Tengah

‎Starlink Belum Mampu Atasi Blank Spot Barsel

41
×

‎Starlink Belum Mampu Atasi Blank Spot Barsel

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Yetro Midel Yoseph FOTO: BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Program pembagian perangkat internet satelit (Starlink) dari Pemerintah Provinsi Kalteng belum mampu mengatasi persoalan blank spot di sejumlah wilayah pelosok Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Keterbatasan jumlah perangkat membuat akses internet masih belum dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh masyarakat desa.

‎Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Yetro Midel Yoseph mengatakan persoalan tersebut ditemui saat dirinya melaksanakan reses di sejumlah desa di Barsel. Perangkat yang tersedia saat ini lebih banyak diarahkan untuk menunjang pelayanan pemerintahan desa.

‎”Starlink itu terbatas. Yang diutamakan baru di kantor desa atau BPD, jadi kalau masyarakat umum tidak bisa menjangkau, karena alatnya per kepala keluarga tidak satu-satu,” ujarnya, Senin (14/9).

‎Kondisi itu membuat masyarakat belum memiliki akses internet mandiri, meski perangkat Starlink sudah tersedia di wilayah desa. Ketika jumlah perangkat hanya satu atau dua unit, pemasangan dinilai lebih memungkinkan dilakukan pada fasilitas pemerintahan yang menjadi pusat pelayanan masyarakat.

‎Yetro menyebut keterbatasan tersebut juga membuat kebutuhan akses internet masyarakat belum sepenuhnya terakomodasi. Bahkan, dalam kondisi tertentu, perangkat yang dipasang di lingkungan pemerintahan desa lebih dahulu digunakan untuk mendukung kebutuhan aparatur desa.

‎”Kalau alatnya cuma satu atau dua, ya dipasang di tempat pemerintah atau di tempat tempat Kades,” ucapnya.

‎Untuk sementara, sebagian masyarakat memanfaatkan jaringan milik perusahaan yang beroperasi di sekitar desa. Keberadaan tower milik perusahaan menjadi alternatif bagi warga yang tinggal dalam jangkauan sinyal tersebut, meski aksesnya belum bisa menjadi solusi bagi seluruh wilayah blank spot.

‎

‎”Sebagian desa yang dekat dengan perusahaan, mereka punya tower sendiri. Lalu masyarakat ikut menumpang sinyal di situ,” ungkap Yetro.

‎

‎DPRD Kalteng menilai pemerataan akses internet perlu terus diperkuat, terutama bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan komunikasi. Penambahan perangkat dan penentuan titik pemasangan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting agar program tersebut tidak hanya mendukung administrasi pemerintahan, tetapi juga memperluas akses digital warga pelosok.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *