Melakukan Water Bombing Karhutla yang Terus Meluas di Kobar
PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kian meluas. Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, kondisi karhutla di wilayahnya kini berada pada tingkat urgensi tinggi.
“Dengan luasan lahan terbakar yang besar serta jangkauan lokasi yang jauh, kondisi personel di lapangan sempat kewalahan. Semua pihak sudah berupaya dengan maksimal di lapangan,” kata Nurhidayah saat rapat koordinasi di Posko Induk Penanganan Karhutla, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Jumat malam (11/9/2026) lalu.
Sebagai Komandan Satgas Karhutla, Nurhidayah mendorong segera upaya pemadaman dengan operasi udara. Usulan bantuan pemadaman helikopter water bombing (WB) akan diprioritaskan ke kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang sulit dijangkau jalur darat.
“Pak gubernur mengarahkan memang WB satu unit ke Kotawaringin Barat. Melalui Danlanud kita arahkan ke TNTP. Karena di sana jangkauannya sulit. Mobilisasi pemadaman ke sana nanti dengan memanfaatkan pendekatan sumber air dari Sungai Sekonyer,” katanya.
Berdasarkan surat Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah tertanggal 11 September 2026, helikopter WB tipe Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM milik PT Dominic Asasta Aviasi akan direposisi ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Nurhidayah menyatakan, operasi udara menjadi kebutuhan yang mendesak karena tidak semua titik api tertangani secara optimal melalui pemadaman darat. Bantuan helikopter water bombing ini dinantikan keberadaannya demi mempercepat penanganan, terutama pada titik-titik kebakaran yang sulit ditembus personel maupun kendaraan pemadam. “Selain memadamkan api yang sudah muncul, operasi udara diharapkan dapat menahan laju penjalaran api sehingga tidak meluas ke kawasan yang lebih sulit ditangani,” harapnya. (fit)












