Palangka Raya

Kadinkes Tegaskan ISPA Tak Otomatis Disebabkan Karhutla: “Dari Dulu Juga Ada”

67
×

Kadinkes Tegaskan ISPA Tak Otomatis Disebabkan Karhutla: “Dari Dulu Juga Ada”

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul. FOTO : IFA

PALANGKA RAYA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Tengah tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah Provinsi menyebut ISPA merupakan penyakit yang memang kerap ditemukan, baik ketika terjadi karhutla maupun tidak.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, saat menjelaskan kondisi kesehatan masyarakat di tengah potensi paparan asap karhutla.

Menurut Suyuti, ISPA merupakan diagnosis yang cukup umum digunakan untuk berbagai keluhan saluran pernapasan. Karena itu, tidak mudah menentukan apakah suatu kasus ISPA secara spesifik disebabkan oleh asap karhutla.

“Ada karhutla, tidak ada karhutla, pasti ada kasus ISPA,” kata Suyuti, Minggu (13/9/26).

Ia bahkan menggambarkan ISPA sebagai semacam “diagnosis keranjang sampah”, karena berbagai keluhan seperti batuk, pilek, hingga bersin dapat masuk dalam diagnosis tersebut.

“Semua penyakit kalau sudah dokter malas mendiagnosa, ya sudah ISPA. Mau batuk, mau pilek, mau bersin, bisa ditarik ke situ,” tandasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *