Perjuangan dari Ruang Kelas SMAN 4 Palangka Raya
Tidak ada panggung besar di ruang belajar itu. Hanya layar digital, materi pelajaran, guru pembimbing, dan seorang siswa yang menekuni ilmu tentang bumi. Dari ruang sederhana itulah, Daniel Christianto menyiapkan langkahnya menuju panggung kompetisi sains tingkat nasional.
SITI NUR MARIFA, Palangka Raya
SISWA SMA Negeri 4 Palangka Raya itu berhasil lolos ke tahap semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional bidang kebumian.
Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan nama SMAN 4 Palangka Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tampil di antara peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Daniel, keberhasilan itu bukan sekadar hasil dari satu kali mengikuti seleksi. Ada proses panjang yang dilalui. Mulai dari belajar dan berlatih, memperdalam materi kebumian, hingga mengikuti bimbingan secara intensif bersama guru pendamping.
Di tengah proses tersebut, dukungan sekolah dan fasilitas pembelajaran turut menjadi bagian penting. Daniel menyadari, kesempatan untuk tampil di tingkat nasional bukan sesuatu yang datang begitu saja.
Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanannya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Kalteng serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng yang selalu mendukung kami sebagai peserta OSN. Saya juga berterima kasih kepada Kepala SMAN 4 Palangka Raya yang selalu memfasilitasi kami, serta guru pembimbing yang selalu membimbing saya dalam ajang ini,” ungkap Daniel, Kamis (3/9/2026) lalu.
Persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional tentu membutuhkan lebih dari sekadar kemauan untuk belajar.
Materi yang harus dikuasai, latihan soal, pembahasan, hingga visualisasi berbagai fenomena kebumian membutuhkan metode pembelajaran yang mendukung. Di sinilah fasilitas pembelajaran digital ikut mengambil peran.
Sardianor, tenaga pendidik sekaligus pembimbing OSN bidang kebumian SMAN 4 Palangka Raya, mengatakan kehadiran TV Interaktif Digital yang diberikan ke sekolah membantu proses bimbingan Daniel dan peserta OSN lainnya.
Fasilitas tersebut memungkinkan materi pembelajaran ditampilkan secara lebih interaktif sehingga memudahkan guru dalam menjelaskan materi dan peserta didik memahami pembelajaran.
“Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada bapak gubernur melalui Kepala Dinas Pendidikan yang telah memberikan TV Interaktif Digital ke setiap sekolah. TV interaktif itu sangat membantu kami selama proses kegiatan bimbingan seleksi OSN bidang kebumian ini,” kata Sardianor.
Namun teknologi hanyalah salah satu bagian dari perjalanan itu. Di balik layar digital dan materi pembelajaran, tetap ada kerja keras seorang siswa dan kesediaan guru untuk mendampingi proses belajarnya.
Keberhasilan Daniel menembus semifinal OSN menjadi kabar membanggakan bagi SMAN 4 Palangka Raya. Kepala sekolah Endang Hartati melihat pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa peserta didik Kalteng memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional.
Menurut dia, prestasi Daniel bukan hanya milik pribadi. Ada keluarga, guru, sekolah, dan berbagai pihak yang ikut memberikan dukungan dalam perjalanan tersebut.
“Dengan semangat, kerja keras, ketekunan, doa, dan dukungan bersama, anak-anak Kalteng mampu bersaing dan menunjukkan prestasi di tingkat nasional,” ungkap Endang.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pendidikan yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan prestasi peserta didik.
Dukungan itu, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada satu pencapaian. Sebaliknya, menjadi pemantik agar semakin banyak peserta didik berani mencoba, berkompetisi, dan mengembangkan potensi mereka.
“Semoga dukungan ini menyemangati Daniel dan seluruh peserta didik untuk terus berprestasi membawa nama baik sekolah dan Kalteng. Teruslah percaya pada kemampuanmu,” pesannya.
Semifinal OSN menjadi satu tahapan penting dalam perjalanan Daniel. Namun, lebih dari sekadar hasil seleksi, keberhasilannya membawa pesan bahwa potensi peserta didik Kalteng layak mendapat ruang di tingkat nasional.
Selama ini, kompetisi sains nasional menjadi salah satu arena bagi pelajar untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas pengalaman. Bagi Daniel, kesempatan itu kini menjadi bagian dari perjalanan belajarnya.
Ia datang dari Palangka Raya, tetapi langkahnya telah membawanya bertemu dengan peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia. Di balik pencapaiannya terdapat satu pelajaran sederhana, prestasi tidak lahir secara instan.
Ia tumbuh dari kebiasaan belajar, ketekunan menghadapi kesulitan, keberanian mengikuti kompetisi, serta dukungan orang-orang yang percaya pada kemampuan seorang anak.
Kini Daniel melanjutkan perjuangannya di semifinal OSN nasional bidang kebumian. Dari ruang kelas SMAN 4 Palangka Raya, ia membawa lebih dari sekadar nama pribadi. Ia membawa harapan sekolah dan Kalteng.
Dan mungkin, bagi siswa-siswa lain yang menyaksikan perjalanannya, keberhasilan Daniel adalah pesan bahwa panggung nasional tidak selalu dimulai dari tempat yang besar.
Terkadang semuanya bermula dari sebuah ruang kelas, dari kemauan untuk belajar dan keberanian untuk mencoba. (ifa/ens)












