Palangka Raya

Kadisdik Bantah di Sebut Nekat PTM karena Kedatangan Wapres

81
×

Kadisdik Bantah di Sebut Nekat PTM karena Kedatangan Wapres

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palangka Raya Jayani.

PALANGKA RAYA –  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palangka Raya Jayani membantah, kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sempat diterapkan di sejumlah sekolah berkaitan dengan kedatangan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka ke Palangka Raya, Kamis (10/9/26).

Jayani menegaskan, kebijakan tersebut sepenuhnya mengacu pada kondisi kualitas udara dan ketentuan dalam juknis yang telah diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Hal itu disampaikannya saat mendampingi Wapres RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SDN 2 Petuk Ketimpun sekaligus meninjau lokasi karhutla di Palangka Raya, Kamis (10/9/26).

“Kalau Wapres ini tidak ada kaitannya. Beliau memang datang untuk melihat kondisi Kota Palangka Raya, kebetulan juga mau meninjau sekolah, baik itu masalah MBG maupun revitalisasi satuan pendidikan,” kata Jayani.

Ia menjelaskan, PTM terbatas sebelumnya diberlakukan karena kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. Dalam kondisi tersebut, sekolah masih diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Namun, apabila kualitas udara kembali memburuk, sekolah diminta memulangkan siswa dan menerapkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Karena pada saat edaran kemarin kami buat, kondisi kualitas udara di rentang tidak sehat. Yang tidak sehat itu menurut juknis dari Kemendikdasmen, mereka boleh sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.

“Tapi di edaran kita, apabila kualitas udaranya memburuk, berarti mereka harus dipulangkan dan kembali menerapkan PJJ,” sambung Jayani.

Menurutnya, kondisi kualitas udara pada Kamis (10/9/26) kembali mengalami penurunan. Ia menyebut angka partikulat PM2.5 berada di atas ambang aman sehingga sejumlah sekolah langsung mengambil langkah memulangkan siswa.

“Rata-rata sudah hampir semua pulang di sekolah-sekolah di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Jayani menambahkan, apabila kualitas udara pada Jumat (11/9/26) masih berada dalam kategori tidak sehat, siswa akan kembali mengikuti PTM. Begitu pula sebaliknya.

“Kualitas udara ini sangat fluktuatif. Kalau di atas 200 itu berarti sudah sangat tidak sehat. Anak-anak harus kembali belajar di rumah melalui PJJ. Kalau di bawah 200, dalam juknis masih boleh PTM,” katanya.

Jayani kembali menegaskan bahwa perubahan pola pembelajaran tersebut bukan karena agenda kunjungan Wapres, melainkan murni sebagai respons terhadap kondisi udara akibat kabut asap karhutla.

Ia juga menyebut tidak ada instruksi khusus dari Wapres terkait perubahan kebijakan pembelajaran. Arahan yang tetap menjadi perhatian adalah mengikuti ketentuan berdasarkan kualitas udara dan memastikan siswa yang mengikuti PTM menerapkan protokol kesehatan.

“Pertama, terapkan sesuai petunjuk. Artinya kalau memang kondisi sangat tidak sehat, kembalikan ke format PJJ. Kemudian yang turun juga harus diperhatikan protokol kesehatan, utamanya memakai masker,” pungkasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *