Feature

Jaga Langit Biru, Kerahkan Kekuatan Maksimal Hadapi Karhutla

333
×

Jaga Langit Biru, Kerahkan Kekuatan Maksimal Hadapi Karhutla

Sebarkan artikel ini
MENINJAU : Bupati Kobar Nurhidayah meninjau lokasi karhutla di Kilometer 19 jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama, Selasa (8/9/2026) sore. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

PANGKALAN BUN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengusik langit biru Bumi Marunting Batu Aji. Ribuan jumlah titik panas dan luasnya lahan yang terbakar mengaktifkan kesiapsiagaan ekstra Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Di tengah ancaman tersebut, pemerintah daerah tidak ingin penanganan dikerjakan setengah-setengah. Bupati Kobar Nurhidayah menyatakan, seluruh kekuatan dikerahkan untuk memastikan karhutla mampu dikendalikan sampai tuntas.

“Operasi pemadaman karhutla saat ini mengerahkan 531 personel, 60 unit sarana dan prasarana, serta gabungan dari 19 unsur/instansi. Langkah-langkah penanganan harus terus diperkuat hingga seluruh kondisi benar-benar terkendali di lapangan,” kata Nurhidayah, Selasa (8/9/2026).

Status tanggap darurat karhutla kini kembali diperpanjang pada 4-18 September 2026. Melalui perpanjangan masa ini, Nurhidayah mengatakan, seluruh personel yang dilibatkan tetap dalam kondisi siaga penuh, baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, pemadam kebakaran, Manggala Agni, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Status tanggap darurat diperpanjang yang ketiga kalinya untuk mempertahankan kesiapsiagaan personel dalam penanganan di tengah ancaman karhutla,” tegasnya.

Bantuan helikopter water bombing juga telah diusulkan Bupati Nurhidayah kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Tak hanya mengandalkan pemadaman dari darat, pemerintah mendorong penguatan penanganan jalur udara. Terlebih sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses titik kebakaran.

“Harapannya, bantuan armada ini bisa segera disiagakan di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Proses pemadaman udara tentunya lebih cepat pada lokasi kebakaran yang sulit dijangkau,” ungkap Nurhidayah.

Di samping fokus pemadaman api, dampak kabut asap tidak luput perhatian dalam langkah perlindungan pemerintah daerah. Nurhidayah menyebut, 2.000 masker didistribusikan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kobar melalui Dinas Kesehatan.

“Masker ini dibagikan kepada masyarakat terdampak. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki penyakit penyerta,” sebutnya.

Kepergian seorang relawan bernama Ahmadin pada Minggu (30/8/2026) lalu, menyisakan duka sekaligus pengingat bahwa tugas pemadaman karhutla bukanlah pekerjaan ringan.

Nurhidayah berbelasungkawa dan memberikan penghormatan khusus atas pengabdian almarhum yang selama ini menjalankan tugas mulianya.

“Dedikasi dan pengabdian almarhum menjadi pengingat besarnya pengorbanan para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla,” ujarnya.

Bupati menegaskan, aspek keselamatan petugas merupakan bagian prioritas yang tidak boleh terlewatkan. Untuk itu, tim medis disiagakan di posko dan titik-titik penanganan aktif guna memantau kondisi kesehatan setiap personel.

“Sistem rotasi dan pembatasan waktu bertugas akan diterapkan agar petugas tidak terlalu lama terpapar asap dan mengalami kelelahan maupun gangguan pernapasan,” imbuhnya.

“Kami tidak ingin petugas dan relawan bekerja tanpa perlindungan yang memadai. Masker, oksigen portabel, dan alat pelindung diri lainnya tersedia di sekitar titik api. Kami selanjutnya perlu segera melihat kembali kebutuhan personel dan peralatan untuk mengurangi beban kerja di titik-titik rawan,” tambahnya.

Besarnya tantangan penanganan karhutla tergambar dari data yang tercatat BPBD Kabupaten Kobar. Sepanjang 1 Januari – 8 September 2026 menunjukkan, sebanyak 2.809 titik panas (hotspot) terdeteksi dengan total luasan lahan terbakar mencapai 2.002,73 hektare.

“Selama periode tersebut, petugas melakukan 333 kegiatan penanganan dan berhasil memadamkan kebakaran seluas 2.002,73 hektare. Adapun wilayah dengan luasan terdampak paling besar berada di Kecamatan Kumai dan Arut Selatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel.

Tingginya intensitas penanganan karhutla ini membutuhkan stamina dan kesiapan petugas. Samuel menuturkan, dukungan logistik hingga kini masih mencukupi untuk menjamin terpenuhinya konsumsi harian.

“Kebutuhan dasar personel terpenuhi melalui operasional dapur umum Dinas Sosial yang didukung Satpol PP. Konsumsi disiapkan bagi petugas di lokasi kebakaran maupun posko induk,” tuturnya.

Ia menambahkan, dukungan logistik terus berdatangan dari pengusaha, perusahaan, dan masyarakat. Bantuan berupa beras, telur, mie instan, minuman, serta kebutuhan lainnya disalurkan demi menunjang operasional petugas.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungannya. Bantuan ini sangat berarti bagi petugas yang masih berjuang menangani karhutla,” ungkapnya.

Dengan pengerahan kekuatan personel, dukungan peralatan dan logistik, serta perlindungan yang memadai, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait berikhtiar maksimal mengendalikan karhutla.

Upaya ini bukan hanya untuk menekan luasan kebakaran, tapi juga mengurangi kepungan asap dan menjaga langit Kobar tetap biru. (fit/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *